*Barito Timur** – Tim Terpadu Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus memperkuat langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di wilayah Kabupaten Barito Timur. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan memantau dan mengecek kondisi serta debit air sungai yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air apabila sewaktu-waktu terjadi Karhutla. Sabtu, 5/9/2026
Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari langkah antisipasi untuk memastikan ketersediaan sumber air di lapangan. Kondisi debit sungai menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan, mengingat ketersediaan air sangat dibutuhkan dalam proses pemadaman apabila terjadi kebakaran hutan maupun lahan.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Terpadu melakukan pengecekan secara langsung terhadap kondisi sungai, termasuk memastikan sumber air masih dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pemadaman. Data dan kondisi sumber air tersebut menjadi bagian dari informasi lapangan yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan apabila terjadi Karhutla.
Selain memastikan kesiapan sumber daya pemadaman, kegiatan ini juga menjadi bentuk koordinasi dan kesiapsiagaan lintas unsur dalam menghadapi potensi Karhutla. Dengan mengetahui lokasi sumber air yang tersedia, petugas diharapkan dapat bergerak lebih cepat dan menentukan alternatif sumber air apabila terjadi kebakaran.
Tim Terpadu Penanggulangan Karhutla juga mengingatkan masyarakat agar ikut berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan Karhutla.
Langkah pengecekan debit dan kondisi sungai tersebut menunjukkan bahwa penanggulangan Karhutla tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul, tetapi juga melalui upaya **pemetaan, pemantauan dan persiapan sumber daya sejak dini**.
Dengan kesiapan sumber air serta koordinasi antarunsur, Tim Terpadu Penanggulangan Karhutla berharap penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif apabila terjadi kebakaran. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat dari dampak Karhutla.(Joe)












