*PACU KETAHANAN PANGAN, WAKAPOLRES BARTIM PIMPIN ANEV TANAM JAGUNG: CAPAIAN BARU 69,75%, POLSEK JAJARAN DIMINTA TINGKATKAN LUAS TANAM*

*TAMIANG LAYANG** – Polres Barito Timur, Polda Kalimantan Tengah, terus memperkuat dukungan terhadap program ketahanan pangan melalui evaluasi dan analisis (Anev) capaian penanaman jagung di seluruh wilayah hukum Polres Barito Timur. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (12/10/2026) pukul 10.00 WIB tersebut dipimpin Wakapolres Barito Timur, **Kompol Alexander Perdiasanta Sitepu, S.H.**, didampingi Ps. Kabag SDM Polres Bartim, **AKP Ribut Pujiriyanto**.

Anev tersebut diikuti para Kapolsek jajaran dan personel Bagian SDM Polres Barito Timur. Pertemuan ini bertujuan mengevaluasi perkembangan luas tanam jagung, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta merumuskan langkah percepatan agar target program ketahanan pangan dapat tercapai secara optimal.

Dalam evaluasi tersebut, capaian luas tanam jagung secara keseluruhan di wilayah Polres Barito Timur tercatat sebesar **69,75 persen**. Angka tersebut menjadi perhatian bersama agar seluruh Polsek jajaran semakin aktif mendorong penanaman dan mengoptimalkan lahan yang tersedia.

Berdasarkan hasil Anev, Polsek Awang mencatat capaian 94,38 persen dan Polsek Benua Lima sebesar 83,28 persen, yang masuk kategori zona kuning sesuai pengelompokan dalam evaluasi. Sementara itu, Polsek Dusun Tengah mencapai 70,28 persen, Polsek Patangkep Tutui 69,59 persen, Polsek Pematang Karau 66,38 persen, dan Polsek Dusun Timur 52,22 persen, yang masih berada dalam kategori zona merah.

Untuk mendorong peningkatan capaian, Polsek yang berada di zona merah diminta mengoptimalkan luas tanam hingga melampaui 80 persen agar dapat keluar dari zona merah. Berdasarkan hasil evaluasi, kekurangan luas tanam yang perlu dikejar untuk mencapai zona kuning masing-masing adalah Polsek Dusun Tengah sekitar 13 hektare, Polsek Patangkep Tutui 2,59 hektare, Polsek Pematang Karau 4,7 hektare, dan Polsek Dusun Timur 15,4 hektare.

Ps. Kabag SDM Polres Barito Timur, **AKP Ribut Pujiriyanto**, menyampaikan bahwa Anev menjadi sarana penting untuk memantau perkembangan program sekaligus mendorong seluruh jajaran agar lebih maksimal dalam menggerakkan partisipasi masyarakat.

“Melalui Anev ini, kami mendorong seluruh Polsek jajaran untuk terus mengupayakan peningkatan luas tanam jagung sesuai target. Polsek yang capaiannya masih berada di zona merah perlu menyusun langkah konkret dan memperkuat koordinasi dengan masyarakat agar lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.

Dalam pembahasan, para Kapolsek menyampaikan bahwa salah satu kendala utama di lapangan adalah masyarakat yang masih menunggu datangnya musim penghujan. Kondisi kemarau menimbulkan kekhawatiran terhadap ketersediaan air dan risiko gagal panen apabila penanaman tetap dilakukan.

Meski demikian, para Kapolsek menyatakan akan terus mengajak dan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar kegiatan penanaman tetap diupayakan dengan mempertimbangkan kondisi lahan dan ketersediaan air. Polsek Pematang Karau juga menyampaikan rencana melaksanakan panen jagung sekaligus melakukan penanaman kembali pada pekan tersebut.

Melalui evaluasi berkala ini, Polres Barito Timur berharap capaian luas tanam jagung di seluruh kecamatan terus meningkat. Sinergi antara kepolisian, masyarakat, dan pihak terkait diharapkan mampu memperkuat produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Kegiatan Anev Program Ketahanan Pangan Polres Barito Timur berlangsung aman dan kondusif. (Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *