*Paju Epat, 3 September 2026** — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Mahasiswa **STIK LEMDIKLAT POLRI** memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya Karhutla beserta dampaknya kepada masyarakat Desa Tampulangit, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut dipusatkan di **Balai Desa Tampulangit**. Edukasi disampaikan oleh empat mahasiswa STIK LEMDIKLAT POLRI, yakni **IPTU Muhammad Ilham Tawakkal, S.Tr.K., M.H., IPTU Alfan Nisfu Romadhoni, S.Tr.K., M.H., IPTU Andry Fauzan Haryano, S.Tr.K., dan IPTU Rifqy Pratama Nugraha, S.Tr.K., M.Sc.**
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya mencegah terjadinya Karhutla, khususnya dengan tidak membuka maupun mengolah lahan menggunakan metode pembakaran. Masyarakat juga diingatkan bahwa kebiasaan membakar lahan dapat menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat apabila api tidak terkendali.
Edukasi dilakukan secara komunikatif agar masyarakat dapat memahami bahwa pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Warga Desa Tampulangit menyambut baik sosialisasi tersebut. Masyarakat menyatakan komitmennya untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Desa Tampulangit.
Kegiatan tersebut turut didampingi oleh **Camat Paju Epat, KBO Satbinmas beserta anggota, Kapolsubsektor beserta anggota, serta Brigpol Supardi, S.M., selaku Bhabinkamtibmas Desa Harara**.
Selain memberikan edukasi, kehadiran personel kepolisian bersama Mahasiswa STIK LEMDIKLAT POLRI di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran dan kepedulian bersama terhadap ancaman Karhutla, terutama pada kondisi musim yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan **aman, tertib, dan kondusif**. Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, digunakan sarana dan prasarana berupa **2 unit kendaraan roda empat (R4) dan 3 unit kendaraan roda dua (R2)**.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan semakin meningkat sehingga potensi Karhutla dapat dicegah sejak dini dan masyarakat dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.(Joe)












