Jakarta, Senin (17/11)-sinarraya.co.id
Pertemuan ini dihadiri seluruh negara anggota ASEAN serta perwakilan lembaga HAM, masyarakat sipil, dan akademisi kawasan.
Dalam sambutannya, Mugiyanto menegaskan urgensi penanganan penipuan online dan kaitannya dengan perdagangan manusia, yang kini meningkat tajam dan melampaui batas negara. Kejahatan digital ini dinilai berpotensi merusak kehidupan masyarakat dan memicu tragedi kemanusiaan.
Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama kolektif ASEAN untuk menghadapi kejahatan siber transnasional. Perubahan dinamika global turut mendorong Indonesia mengambil peran lebih besar dalam kepemimpinan HAM kawasan, sebagaimana diharapkan berbagai pemimpin dunia dalam forum internasional.
Untuk memperkuat kerja sama tersebut, Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (KemenHAM RI) berencana menyelenggarakan Forum HAM ASEAN tahun depan. Forum ini diharapkan menjadi ruang strategis bagi negara-negara ASEAN untuk memperkuat dialog, berbagi praktik baik, dan meningkatkan aksi bersama dalam pemajuan HAM di kawasan.(*/zainul irwansyah)








