*TURAN AMIS** – Kesigapan aparat gabungan bersama masyarakat kembali ditunjukkan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di area perkebunan warga di Desa Turan Amis, Kecamatan Raren Batuah, Kabupaten Barito Timur, Jumat (28/8/2026).
Peristiwa tersebut ditangani mulai sekitar **pukul 15.00 WIB hingga selesai** oleh personel **Polsek Dusun Tengah**, dibantu personel Brimob, TNI, BPBD, Pemerintah Desa, masyarakat dan relawan. Sebanyak **10 personel Polri, 30 personel Brimob, 4 personel TNI, 7 personel BPBD, 7 perangkat Pemdes, 30 warga dan 30 relawan** turut terlibat dalam upaya pemadaman.
Lokasi kebakaran berada di area perkebunan warga dengan titik koordinat **Latitude -1.70067291 dan Longitude 115.14788024**. Jarak lokasi dari Polsek Dusun Tengah sekitar **20 kilometer**, dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit melalui jalur darat.
Setibanya di lokasi, personel gabungan langsung melakukan pemadaman secara bersama-sama guna mencegah api meluas. Setelah proses pemadaman, petugas juga melakukan pengecekan terhadap area yang terbakar untuk memastikan tidak terdapat api yang kembali menyala. Hingga kegiatan berlangsung, masih ditemukan sisa-sisa asap sehingga dilakukan pemantauan dan pendinginan di sejumlah bagian lahan.
Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai **kurang lebih 3 hektare**. Area tersebut merupakan lahan perkebunan karet dan sawit yang tidak terurus, tertutup semak belukar, serta belum diketahui pemilik lahannya.
Kapolsek Dusun Tengah **IPTU Stefanus Rantealo, S.H., M.M.**, mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur yang bergerak bersama dalam penanganan kebakaran tersebut.
> “Kami mengapresiasi sinergi personel Polri, Brimob, TNI, BPBD, pemerintah desa, relawan dan masyarakat yang bersama-sama melakukan pemadaman. Penanganan secara cepat sangat penting untuk mencegah api meluas, terutama pada kondisi musim kemarau seperti saat ini,” ujar Kapolsek.
Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, pencegahan harus menjadi langkah utama karena kebakaran pada lahan yang dipenuhi semak belukar berpotensi dengan cepat meluas ke area lainnya.
> “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila melihat adanya titik api maupun mengetahui terjadinya kebakaran hutan dan lahan, segera laporkan kepada aparat atau pihak terkait agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegas IPTU Stefanus.
Dalam kegiatan tersebut, personel juga menyampaikan imbauan secara langsung kepada masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla.
Penanganan berlangsung dengan melibatkan sarana kendaraan roda dua sebanyak **3 unit**. Kegiatan berjalan aman dan lancar, sementara lokasi kebakaran terus dipantau guna memastikan tidak terjadi penyalaan kembali.
(Joe)












