Refleksi 19 Tahun LAKI Menuju 2026: Canangkan Indonesia Zero Corruption dan Siapkan 10 Ribu Satgas Pemburu Korupsi

Jakarta – sinarraya.co.id

Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI) memasuki usia ke-19 tahun pada April 2026 sejak pertama kali didirikan di Kalimantan Barat pada April 2007.

Dalam refleksi tahunan menuju tahun 2026, LAKI menegaskan komitmennya untuk terus konsisten, mandiri, dan independen dalam melawan praktik korupsi di Indonesia melalui agenda besar bertajuk “Indonesia Zero Corruption”.

Ketua Umum sekaligus Pendiri LAKI Burhanudin Abdulah, SH menyampaikan rasa bangga dan haru atas perjalanan organisasi yang kini telah mengalir dan menjelajah hampir ke seluruh penjuru Nusantara.

Dukungan rakyat Indonesia dari berbagai etnis, agama, dan profesi menjadi bukti nyata bahwa LAKI hadir sebagai gerakan moral rakyat.

“Selama 19 tahun berdiri, LAKI pusat tidak pernah menerima bantuan APBN maupun hibah dari pemerintah. Kami menjalankan visi dan misi melalui semangat gotong royong, solidaritas, dan kebersamaan,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa roda organisasi dijalankan secara mandiri melalui kegiatan usaha dan jasa hukum, tanpa mengurangi sikap konsisten (istiqomah) LAKI dalam melawan korupsi. Dalam upaya pencegahan, LAKI aktif menggelar seminar, diskusi, workshop, serta berbagai program edukasi antikorupsi yang telah terstruktur secara nasional.

Sementara dalam aspek pemberantasan, LAKI mencatat keberhasilan dalam mendorong penetapan tersangka kasus korupsi melalui laporan dan pengaduan resmi kepada aparat penegak hukum, baik di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

Prestasi tersebut, menurutnya, tidak pernah dipublikasikan karena LAKI tidak mengejar popularitas maupun pencitraan.

“Kami bergerak karena ibadah dan konstitusi. Tujuan kami adalah kemerdekaan rakyat dalam kehidupan ekonomi yang sejahtera dan berkeadilan,” tegasnya.

Dalam penguatan internal, LAKI terus mengasah sumber daya manusia guna mencetak kader yang tangguh dan profesional, dengan landasan motivasi keagamaan dan konstitusional demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai harga mati.

LAKI juga menyatakan siap menjadi garda terdepan bersama aparat penegak hukum dalam mendukung agenda pemberantasan korupsi demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, sebagaimana dicita-citakan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Jangan biarkan Presiden berjuang sendirian melawan korupsi. Masyarakat, pemerintah, dan aparat penegak hukum wajib bersatu melalui kerja nyata, bukan sekadar slogan,” lanjutnya.

Menjelang tahun 2026, LAKI mengungkap telah menyiapkan laporan dugaan korupsi berskala besar yang berpotensi merugikan keuangan negara hingga miliaran bahkan triliunan rupiah, serta melibatkan sejumlah pihak berpengaruh.

Sebagai langkah strategis pencegahan, LAKI mencanangkan program Indonesia Zero Corruption dengan membentuk 10 ribu Satgas Pemburu Korupsi di seluruh Indonesia. Deklarasi nasional program ini direncanakan berlangsung pada 20 Mei 2026 di Jakarta, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.

Tanggal tersebut juga akan ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Melawan Koruptor, sebagai simbol perlawanan terhadap korupsi yang dinilai telah menjajah ekonomi rakyat secara modern dan sistematis.

“Korupsi membuat rakyat miskin, sengsara, dan penuh ketidakadilan. Tidak ada pilihan lain selain bangkit dan berperang melawan korupsi. Jangan pernah biarkan koruptor menari-nari di atas penderitaan rakyat,” pungkasnya.(*/zainul irwansyah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *