Barito Timur – Polres Barito Timur memperkuat langkah penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Desa Jurubanu, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, tepatnya di KM 11 Jalan Hauling PT Adaro Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan analisis dan evaluasi (anev) serta konsolidasi lintas instansi yang digelar di Aula Mapolsek Benua Lima, Rabu (23/9/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 18.05 WIB tersebut dipimpin langsung Kapolres Barito Timur AKBP Iqbal Sengaji, S.I.K., M.Si., dan dihadiri Wakapolres Bartim, Kabagops, Kasatreskrim, Kasatsamapta, para perwira Polres Bartim, Kapolsek Dusun Timur, personel Polres Bartim, personel Yonif TP 924 Uria Mapas, BPBD Kabupaten Barito Timur, TRC Kabupaten Barito Timur, serta perwakilan PT HAL dan PT ASL.
Anev dan konsolidasi tersebut menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat penanganan Karhutla yang hingga pelaksanaan kegiatan masih belum sepenuhnya padam. Seluruh unsur yang terlibat melakukan koordinasi untuk menentukan langkah penanganan lanjutan di sekitar titik hotspot agar kebakaran tidak semakin meluas.
Kapolres Barito Timur menekankan pentingnya sinergi dan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi Karhutla, khususnya pada lokasi yang masih memerlukan penanganan. Penanganan akan kembali diprioritaskan pada pagi hari dengan melibatkan instansi terkait untuk memastikan titik-titik hotspot dapat ditangani secara maksimal.
“Penanganan akan terus diperkuat secara bersama-sama dengan seluruh unsur terkait. Prioritas utama adalah mencegah api kembali meluas dan memastikan titik hotspot dapat ditangani secara optimal,” tegas Kapolres Barito Timur AKBP Iqbal Sengaji, S.I.K., M.Si.
Kapolsek Benua Lima IPDA Ichvan Herianto, S.H., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan anev dan konsolidasi merupakan bentuk kesiapan Polres Barito Timur bersama seluruh pihak dalam menghadapi Karhutla secara terpadu dan berkelanjutan.
Melalui koordinasi tersebut, penanganan Karhutla di Desa Jurubanu akan dilanjutkan kembali pada Kamis pagi dengan menyasar titik-titik hotspot yang masih memerlukan penanganan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah api meluas serta menjaga keamanan wilayah dan lingkungan masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan anev dan konsolidasi penanggulangan Karhutla berlangsung aman dan kondusif.(Joe)












