Perkuat Ekonomi Perbatasan, Bank Kalbar Dorong Transformasi SDM dan Inovasi Layanan

Perkuat Ekonomi Perbatasan, Bank Kalbar Dorong Transformasi SDM dan Inovasi Layanan

PONTIANAK – sinarraya.co.id Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) menegaskan komitmennya untuk memperkuat perekonomian kawasan perbatasan melalui transformasi sumber daya manusia (SDM) dan pengembangan inovasi layanan perbankan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Semiloka dan Focus Group Discussion (FGD) Transformasi SDM dan Inovasi di Kawasan Perbatasan yang digelar di Aula Kantor Pusat Bank Kalbar, Kota Pontianak, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan bersama jajaran pimpinan Bank Kalbar. Hadir pula Direktur Utama Bank Kalbar Rokidi, Direktur Pemasaran dan Unit Usaha Syariah (UUS) Yuse Chaidi Amzar, Kepala Divisi Corporate Secretary (Corsec) Bank Kalbar Adi Fitriyadi, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk membahas berbagai tantangan sekaligus peluang dalam meningkatkan kualitas SDM dan inovasi layanan perbankan di kawasan perbatasan Kalimantan Barat.

Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, mengatakan transformasi menjadi bagian penting dari upaya Bank Kalbar dalam menjalankan perannya sebagai lembaga keuangan daerah sekaligus penggerak perekonomian masyarakat.

“Sebagai garda terdepan ekonomi daerah, kami berkomitmen untuk terus bertransformasi. Kami ingin menguatkan SDM yang tangguh serta melahirkan inovasi layanan yang adaptif untuk masyarakat di wilayah perbatasan Entikong, Badau, Aruk, Jagoi Babang, dan seluruh wilayah perbatasan di Kalimantan Barat,” ujar Rokidi.

Menurutnya, karakteristik masyarakat di kawasan perbatasan memiliki kebutuhan yang beragam sehingga diperlukan pendekatan pelayanan perbankan yang mampu menyesuaikan dengan kondisi dan perkembangan daerah.

Karena itu, Bank Kalbar terus mendorong penguatan layanan, baik melalui kanal digital maupun layanan konvensional, agar akses masyarakat terhadap produk dan jasa perbankan semakin mudah.

“Transformasi ini sangat penting agar Bank Kalbar dapat menghadirkan layanan digital maupun konvensional yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat di beranda depan Indonesia,” katanya.

Rokidi menambahkan, peningkatan kompetensi SDM di wilayah perbatasan diharapkan tidak hanya berdampak terhadap kualitas pelayanan Bank Kalbar, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

“Penguatan kompetensi SDM di wilayah-wilayah tersebut diharapkan mampu mempercepat roda perekonomian lokal dan memperluas akses inklusi keuangan,” jelasnya.

Melalui Semiloka dan FGD tersebut, Bank Kalbar juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan gagasan, kebijakan, serta inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat perbatasan.

Rokidi berharap sinergi yang terbangun dalam forum tersebut dapat menghasilkan langkah konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha dan masyarakat di kawasan perbatasan.

“Melalui sinergi solid yang dibangun dalam FGD ini, kami optimistis dapat merumuskan kebijakan serta produk perbankan inovatif yang langsung menyentuh masyarakat Kalimantan Barat dan perbatasan,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberadaan Bank Kalbar di kawasan perbatasan bukan sekadar menghadirkan layanan keuangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memperluas inklusi keuangan.

“Karena Bank Kalbar hadir, tumbuh, dan maju bersama masyarakat perbatasan,” pungkas Rokidi.(*/zainul irwansyah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *