APKA Indonesia Resmi Terbentuk, Siap Perkuat Ekosistem Komoditas Agro Nasional

APKA Indonesia Resmi Terbentuk, Siap Perkuat Ekosistem Komoditas Agro Nasional

JAKARTA – sinarraya.co.id Asosiasi Pelaku Komoditas Agro Indonesia (APKA Indonesia) mulai terbentuk yang ditandai dengan penandatanganan Akta Notaris pendirian sekaligus penetapan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APKA Indonesia pada Jumat (18/9/2026) di Jakarta.

Ketua Umum DPP APKA Indonesia, Hendra Firmansyah, mengatakan APKA Indonesia hadir sebagai wadah untuk menjembatani kolaborasi antarpelaku komoditas agro di seluruh Indonesia.

“Kita ingin membangun ekosistem yang tidak hanya kuat di sisi perdagangan, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah dan meningkatkan daya saing komoditas Indonesia,” kata Hendra.

Menurutnya, sektor agro memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional. Besarnya potensi komoditas Indonesia, kata dia, perlu diikuti dengan ekosistem perdagangan yang semakin terintegrasi, profesional, dan memiliki daya saing.

Hendra mengakui tantangan komoditas agro Indonesia tidak semata-mata berada pada aspek produksi. Berbagai persoalan seperti rantai pasok, akses pasar, informasi harga dan data, pembiayaan, distribusi, standardisasi, hingga pengembangan pasar ekspor membutuhkan sinergi lintas sektor.

“Karena itu, APKA Indonesia akan mendorong terbentuknya jejaring kolaborasi antara pelaku usaha, produsen, pedagang, distributor, eksportir, lembaga pembiayaan, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya,” terangnya.

Dia menambahkan, penandatanganan Akta Notaris menjadi momentum bagi APKA Indonesia untuk menggeser pendekatan dari sekadar aktivitas perdagangan komoditas menuju penguatan ekosistem agro yang terintegrasi.

“Ekosistem tersebut mencakup mata rantai mulai dari produksi, pengumpulan, perdagangan, distribusi, pengolahan, pembiayaan hingga akses pasar domestik dan global,” ujarnya.

APKA Lakukan Penguatan Jaringan
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP APKA Indonesia, Dahlan Usman, menegaskan bahwa setelah terbentuknya landasan kelembagaan, fokus berikutnya adalah melakukan konsolidasi organisasi dan menyusun program kerja yang memberikan manfaat konkret bagi anggota.

“Kami akan membangun APKA Indonesia sebagai organisasi yang profesional, terbuka dan berbasis kolaborasi. Konsolidasi anggota dan penguatan jaringan menjadi prioritas agar organisasi ini mampu memberikan nilai tambah bagi para pelaku komoditas agro,” jelasnya.

Dahlan mengatakan APKA Indonesia akan mengembangkan sejumlah agenda strategis, antara lain penguatan jaringan pelaku komoditas, pengembangan informasi dan data pasar, perluasan akses perdagangan, penguatan kemitraan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta pengembangan pasar domestik dan ekspor.

Menurutnya, pendekatan berbasis data dan informasi pasar menjadi salah satu elemen penting. Hal ini karena dinamika harga, pasokan, permintaan, dan perdagangan komoditas membutuhkan informasi yang cepat dan akurat sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis.

“Pendekatan berbasis data dan informasi pasar menjadi salah satu elemen penting karena dinamika harga, pasokan, permintaan dan perdagangan komoditas membutuhkan informasi yang cepat dan akurat sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis,” pungkasnya.(*/rls/zir).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *