Hatta Taliwang: LKBN ANTARA Perlu Berbenah, Lobby Direksi Lemah

Jakarta -sinarraya.co.id Pengamat Komunikasi Politik M. Hatta Taliwang mengapresiasi pemberitaan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA yang relatif independen, tapi menilai Kantor Berita Perjuangan itu perlu berbenah dan fungsi lobby serta diplomasi direksinya harus dioptimalkan.

“Pada era digital ini ANTARA tak ketinggalan zaman dan pemberitaannya relatif independen, tapi secara internal perlu berbenah. Selain itu fungsi lobby dan diplomasi direksinya harus dioptimalkan, bukan hanya pada level nasional, tetapi juga bahkan internasional yang didedikasikan untuk kepentingan nasional,” katanya di Jakarta, Selasa (29/7/2025).

Magister Ilmu Komunikasi Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) itu mengemukakan pernyataan itu dalam perbincangan dengan wartawan, menyusul adanya kritik Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay kepada Direksi ANTARA dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Dirut LPP RRI, Dirut LPP TVRI, dan Dirut LKBN ANTARA di Gedung Nusantara I, Senayan Jakarta, Kamis (3/7/2025).

Ketika itu Saleh Daulay menyatakan bahwa Komisi VII DPR RI prihatin atas dugaan penghilangan jaminan sosial bagi para karyawan ANTARA. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan efisiensi yang dinilai justru mengorbankan kesejahteraan karyawan.

Ia pun meminta agar pihak manajemen ANTARA melakukan evaluasi internal secara menyeluruh serta mendiskusikan kembali kebijakan yang dinilai merugikan pegawai ANTARA di pusat dan di daerah.

Ditegaskannya pula bahwa efisiensi anggaran seharusnya tidak dilakukan dengan mengurangi hak-hak karyawan, tapi antara lain dengan cara tidak menambah pegawai baru saat adanya karyawan yang pensiun.

Terkait kiprah Direksi ANTARA, Pengamat Komunikasi Politik yang juga Direktur Institut Soekarno Hatta ( ISH) Hatta Taliwang mengemukakan, fungsi lobby direksi harus optimal, bahkan pada level internasional sebagaimana dilakukan para pimpinan ANTARA terdahulu, dari masa Adam Malik, Parni Hadi, Asro Kamal Rokan hingga Meidyatama Suryodiningrat (Dimas).

Menurut aktivis mahasiswa angkatan 77/78 tersebut, ANTARA memiliki peran strategis dalam diplomasi informasi. Di kancah internasional, kantor berita ini menjadi wajah Indonesia dalam menyampaikan narasi tentang perkembangan, prestasi, kontribusi, dan tantangan bangsa ini kepada dunia.

Karenanya, kata anggota DPR RI 1999-2004 itu ANTARA sangat strategis bagi Pemerintahan Presiden Pabowo Subianto, khususnya ke dunia internasional. ANTARA memiliki kerjasama multilateral dengan Organisasi Kantor Berita Asia-Pasifik (OANA) dan Kantor Berita Islam Internasional (IINA).

Selain itu kantor berita yang didirikan 13 Desember 1937 itu juga memiliki kerjasama bilateral, antara lain dengan Kantor Berita Bernama (Malaysia), Xinhua (China), IRNA (Iran), MENA (Mesir), Yonhap (Korea Selatan), Anadolu (Turki), dan CNA (Taiwan).

Namun belakangan kerjasama ANTARA dengan kantor-kantor berita dunia itu tidak optimal, bahkan hampir tidak berjalan, padahal ANTARA sejak dulu selalu ada di garis depan dalam membawa kepentingan nasional Indonesia ke dunia internasional, melalui kantor-kantor berita dunia itu.

“Saya dapat informasi dari teman-teman di DPR bahwa penyebabnya terutama karena pimpinan ANTARA yang sekarang tidak bisa menjalankan fungsi lobby dan diplomasi secara optimal karena keterbatasan kemampuan dalam berbahasa Inggris terutama untuk diplomasi internasional bagi kepentingan nasional,” tutup Hatta Taliwang.

Keterangan Foto:
Pengamat Komunikasi Politik M. Hatta Taliwang (berkopiah) saat acara HUT Dewan Nasional Indonesia Untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) yang Ke-58 bersama Menteri Sosial Syaifullah Yusuf (kiri) Wamensos Agus Jabo Priyono (dua, kanan), dan Ketua Badan Penasehat DNIKS Hasyim Djojohadikusumo (paling kanan) di Jakarta belum lama berselang (Foto: Dok. pribadi)/(*r/zir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *