*Barito Timur** — Merespons temuan titik panas atau **hotspot** dengan tingkat kepercayaan tinggi dari pemantauan satelit **TERRA-AQUA-NOAA20-SNPP**, personel Polsubsektor Paku, Polsek Dusun Tengah, Polres Barito Timur, bergerak cepat melakukan pengecekan lapangan atau *groundcheck* di wilayah Kecamatan Karusen Janang, Sabtu (15/8/2026).
Titik hotspot tersebut terdeteksi berada di kawasan perbatasan **Desa Wuran dan Desa Ipu Mea, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur**, dengan koordinat latitude **-1.93785** dan longitude **115.05296**. Pemantauan lapangan dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dengan melibatkan dua personel Polri bersama dua warga masyarakat.
Untuk mencapai lokasi, personel menempuh perjalanan sekitar **20 kilometer** dari Polsubsektor Paku dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit menggunakan jalur darat, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 10 menit menuju titik yang terindikasi hotspot.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan sebagian api masih menyala dan beberapa titik masih mengeluarkan asap. Personel bersama masyarakat kemudian melakukan upaya pemadaman terhadap api yang masih tersisa untuk mencegah kebakaran meluas.
Hasil pengecekan menunjukkan lahan yang terbakar memiliki luas kurang lebih **40 meter x 40 meter**. Area tersebut merupakan lahan belukar dan rawa yang tidak terurus di sekitar pinggiran sungai. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, pemilik lahan belum diketahui.
Dari keterangan masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi, terdapat dugaan bahwa kebakaran kemungkinan berasal dari api yang ditinggalkan oleh orang yang sebelumnya melakukan aktivitas memancing di sekitar sungai. Namun, penyebab tersebut masih sebatas informasi dari masyarakat di lokasi.
Kapolsek Dusun Tengah **IPTU Stefanus Rantealo, S.H., M.M.**, mengatakan bahwa setiap informasi mengenai hotspot harus segera ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya dan mencegah kebakaran berkembang lebih luas.
> “Setiap adanya informasi titik hotspot kami tindak lanjuti dengan *groundcheck*. Langkah cepat ini penting untuk memastikan apakah terdapat api atau asap di lokasi sekaligus melakukan penanganan apabila ditemukan kebakaran. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan api sembarangan karena dapat memicu Karhutla,” ujar IPTU Stefanus Rantealo.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan, lahan, maupun bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan titik api maupun asap yang berpotensi menjadi Karhutla.
Gerak cepat personel dalam melakukan *groundcheck* sekaligus pemadaman merupakan bagian dari upaya preventif Polres Barito Timur dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan. Keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam mempercepat deteksi dan penanganan titik api di lapangan.
Setelah dilakukan pemantauan dan penanganan terhadap api yang masih tersisa, situasi di lokasi **aman dan terkendali**.(Joe)












