*Deteksi Hotspot, Polsek Pematang Karau Bergerak Cepat Tangani Karhutla di Tiga Desa**

**TAMIANG LAYANG** – Menindaklanjuti terdeteksinya **23 titik panas (hotspot)** berdasarkan pantauan satelit Sipongi pada Selasa (15/9/2026) pukul 01.00 WIB, Polsek Pematang Karau Polres Barito Timur bergerak cepat dengan menggelar apel konsolidasi sekaligus memberikan arahan dan penekanan tugas kepada personel sebelum menuju lokasi yang terindikasi Karhutla.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di Mako Polsek Pematang Karau tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Pematang Karau **IPDA Rikardo Hutahaean, S.H.** Dalam kegiatan itu, Kapolsek melakukan ploting serta pembagian tugas personel untuk melakukan penanganan di tiga desa yang terdeteksi memiliki titik panas.

Berdasarkan hasil pemantauan, sebanyak **23 hotspot** tersebar di wilayah Kecamatan Pematang Karau, dengan rincian **4 titik di Desa Muara Plantau, 16 titik di Desa Tuyau dan 3 titik di Desa Bambulung**.

Kapolsek Pematang Karau IPDA Rikardo Hutahaean mengatakan, apel konsolidasi tersebut dilakukan untuk memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawab sebelum bergerak ke lapangan.

“Setiap personel harus memahami ploting dan tugas masing-masing. Setelah tiba di lokasi, segera lakukan pengecekan dan penanganan terhadap titik yang terindikasi Karhutla serta laporkan perkembangan dan hasil penanganannya pada kesempatan pertama,” tegas IPDA Rikardo.

Dalam arahannya, Kapolsek juga menekankan agar personel tetap mengutamakan keselamatan selama melaksanakan penanganan Karhutla di lapangan. Koordinasi dengan masyarakat maupun unsur terkait juga perlu dilakukan apabila kondisi di lokasi membutuhkan dukungan tambahan.

Setelah apel konsolidasi, personel kemudian diberangkatkan menuju lokasi sesuai pembagian tugas yang telah ditentukan. Langkah cepat tersebut merupakan bagian dari upaya Polsek Pematang Karau dalam mencegah api meluas serta memastikan setiap informasi mengenai titik panas segera diverifikasi di lapangan.

Untuk mendukung kegiatan, personel membawa sejumlah sarana dan prasarana penanganan Karhutla, terdiri dari **1 unit kendaraan R4, 4 unit kendaraan R2, 2 kantong Jet Water Shooter, 4 gepyok api, 1 mesin Alkon, 2 selang masing-masing sepanjang 25 meter serta 1 bak tandon**.

IPDA Rikardo menegaskan bahwa setiap informasi hotspot harus ditindaklanjuti secara cepat dan terukur. Deteksi dini dan respons lapangan menjadi bagian penting dalam mencegah potensi kebakaran berkembang menjadi lebih luas.

“Jangan menunggu api membesar. Setiap informasi harus segera ditindaklanjuti dengan pengecekan di lapangan. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan tetap utamakan keselamatan,” tambahnya.

Polsek Pematang Karau juga terus mengedepankan langkah preventif dengan mengajak masyarakat bersama-sama mencegah Karhutla serta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat.

Kegiatan apel konsolidasi dan keberangkatan personel menuju lokasi penanganan Karhutla berlangsung **aman, tertib, kondusif dan terkendali**.(Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *