**TAMIANG LAYANG** – Polsek Dusun Tengah Polres Barito Timur melalui personel Polsubsektor Paku bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Wuran terus bergerak melakukan penanggulangan dan pengecekan titik panas (*hotspot*) sebagai langkah cepat mencegah meluasnya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dilaksanakan di wilayah **Desa Wuran, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur**, setelah aplikasi SiPongi mendeteksi satu titik *hotspot* berdasarkan data satelit NASA-SNPP dan NASA-NOAA20.
Kapolsek Dusun Tengah Polres Barito Timur **IPTU Stefanus Rantealo, S.H., M.M.**, mengatakan pengecekan lapangan dilakukan untuk memastikan keberadaan titik panas sekaligus mengetahui kondisi lahan, keberadaan api serta potensi penjalarannya.
“Setiap titik *hotspot* yang terdeteksi harus segera dilakukan *groundcheck*. Personel memastikan kondisi di lapangan, melakukan penanganan apabila ditemukan api serta memastikan tidak ada lagi potensi api yang dapat kembali menjalar,” ujar IPTU Stefanus.
Dalam pelaksanaan kegiatan, personel mendatangi lokasi sesuai koordinat yang diperoleh dari data satelit. Tim kemudian melakukan *groundcheck* terhadap kondisi lahan dan area terdampak kebakaran yang meliputi **lahan gambut, kebun sawit, kebun karet serta kawasan yang ditumbuhi rumput dan semak belukar**.
Lokasi titik panas diketahui berada cukup jauh dari permukiman masyarakat dan sebagian berada di kawasan hutan. Kondisi medan yang sulit menjadi salah satu tantangan dalam proses penanganan, terutama karena akses menuju lokasi tidak dapat dijangkau dengan mudah oleh kendaraan roda empat maupun sarana penanganan lainnya.
Saat pengecekan awal dilakukan, sebagian titik api telah padam. Namun, petugas masih menemukan sejumlah bagian yang mengeluarkan bara dan api kecil, terutama pada area lahan gambut dan semak belukar. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan bara yang masih berada di dalam lapisan gambut.
Kapolsek menjelaskan bahwa penanganan Karhutla di lahan gambut membutuhkan kewaspadaan dan pengecekan berulang karena api dapat bertahan di bawah permukaan meskipun secara kasatmata terlihat telah padam.
“Yang kita pastikan bukan hanya api terlihat padam, tetapi kondisi lahan harus benar-benar diperiksa agar bara di dalam gambut tidak kembali menyala. Karena itu, pengecekan dilakukan secara menyeluruh dan penanganan diarahkan sampai titik api benar-benar padam serta kondisi lahan dingin,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polri juga berkoordinasi dengan unsur terkait dan menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayahnya.
Penanganan melibatkan **personel Polri, unsur TNI dan dua personel MPA Desa Wuran**. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat respons terhadap setiap informasi *hotspot* sekaligus mencegah api meluas ke area lainnya.
Polsek Dusun Tengah akan terus melakukan pemantauan dan pengecekan terhadap lokasi yang terindikasi memiliki titik panas, khususnya wilayah yang memiliki lahan gambut dan akses sulit, guna memastikan tidak terdapat bara maupun api yang berpotensi kembali membesar.
Meskipun menghadapi kendala medan, jarak lokasi yang jauh dari permukiman dan keterbatasan sumber air, kegiatan penanggulangan serta *groundcheck* berlangsung **aman dan kondusif**.(Joe)












