*TAMIANG LAYANG** – Kapolres Barito Timur Polda Kalimantan Tengah **AKBP Iqbal Sengaji, S.I.K., M.Si.**, turun langsung ke lapangan memimpin penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sekaligus melakukan *groundcheck* terhadap titik panas (*hotspot*) di Desa Siong RT 01, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur, Sabtu (12/9/2026).
Penanganan dilakukan setelah adanya laporan masyarakat mengenai titik api di wilayah tersebut. Personel Siaga *On Call* Penanggulangan Kontinjensi Karhutla Regu II Polres Barito Timur bersama masyarakat bergerak menuju lokasi sekitar pukul 15.27 WIB. Lokasi berada sekitar 20 kilometer dari Polres Barito Timur dengan waktu tempuh kurang lebih 40 menit melalui jalur darat.
Sebanyak 70 personel Polri, 20 warga, 5 personel Satpol PP serta 5 personel Damkar PT Indo Penta terlibat dalam penanganan tersebut. Tim juga mengerahkan 30 unit kendaraan roda dua dan 3 unit kendaraan roda empat untuk mendukung mobilitas personel serta proses penanganan di lokasi.
**Padal Siaga On Call Karhutla Polres Barito Timur AKP Hengky Prasetyo, S.Tr.K., S.I.K., M.H.**, mengatakan ketika personel tiba di lokasi, kobaran api utama telah padam. Namun, sejumlah titik masih mengeluarkan asap sehingga petugas langsung melakukan pemadaman lanjutan untuk memastikan api tidak kembali menyala.
“Setibanya di lokasi, kondisi api sudah padam, tetapi masih ditemukan beberapa titik yang mengeluarkan asap. Personel kemudian melakukan pemadaman secara terpadu menggunakan peralatan pemadam yang tersedia untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala,” jelas AKP Hengky.
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar **5 hektare**. Area yang terbakar terdiri dari lahan gambut, kebun sawit dan semak belukar. Berdasarkan informasi yang diperoleh petugas, lahan tersebut diketahui milik warga bernama Ahmad Jahroni.
Dalam penanganan tersebut, Kapolres Barito Timur AKBP Iqbal Sengaji turun langsung memberikan arahan kepada personel di lokasi. Kapolres didampingi Kabagops, Kasatreskrim, personel Polres Barito Timur serta personel Polsek Dusun Timur untuk memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan maksimal.
Setelah api berhasil dikendalikan, personel melanjutkan kegiatan dengan melakukan patroli dan pendinginan di sekitar lahan yang terbakar. Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk mengantisipasi munculnya kembali api, terutama pada area lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan tanah.
AKP Hengky menegaskan, penanganan Karhutla tidak berhenti setelah kobaran api terlihat padam. Petugas tetap melakukan pengecekan dan pendinginan secara menyeluruh untuk meminimalkan kemungkinan api kembali muncul maupun meluas ke area lainnya.
“Upaya pemadaman dan pendinginan terus dilakukan untuk memastikan lokasi benar-benar aman. Kami juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api sehingga dapat ditangani secepat mungkin,” pungkasnya.
Polres Barito Timur bersama unsur terkait terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla melalui patroli, pemantauan titik *hotspot*, *groundcheck*, pemadaman, hingga pendinginan. Sinergi antara aparat dan masyarakat diharapkan mampu mencegah kebakaran meluas serta menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.(Joe)








