**Tim Gabungan Groundcheck Hotspot di Bentot, Api Padam dan Lahan Terbakar Segera Dididinginkan**

*TAMIANG LAYANG** – Menindaklanjuti adanya informasi titik panas atau **hotspot (HS)** berdasarkan data satelit NASA-NSPP, Bhabinkamtibmas Desa Bentot Polsek Patangkep Tutui bersama personel TNI dan masyarakat bergerak melakukan pengecekan langsung ke lokasi pada Senin (5/10/2026).

Groundcheck dilaksanakan mulai pukul 13.05 WIB hingga selesai di wilayah Desa Bentot, Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur, setelah terdeteksi satu titik hotspot pada koordinat **Latitude -2.04997 dan Longitude 115.31644**.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Bentot **Bripda Gemilang Daya Anugrah** bersama satu personel TNI dan empat warga melakukan pengecekan menggunakan satu unit kendaraan roda dua. Tim bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar 0,5 hektare dari titik akses dan melakukan pemantauan kondisi lahan secara langsung.

Setibanya di lokasi, tim gabungan menemukan bekas titik hotspot dengan kondisi api telah padam. Meski demikian, untuk memastikan tidak terdapat bara maupun potensi api kembali menyala, personel bersama masyarakat langsung melakukan proses pendinginan di area yang terdampak.

Dari hasil pengecekan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar **0,5 hektare**. Area tersebut berupa semak belukar dan sebagian merupakan kebun karet milik masyarakat Desa Bentot.

Kapolsek Patangkep Tutui **Ipda Bambang Wahyudi, S.H.** mengatakan, groundcheck terhadap informasi hotspot merupakan langkah penting untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan sekaligus mencegah potensi kebakaran meluas.

“Setiap informasi hotspot harus segera ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung. Setelah ditemukan bekas titik api, personel bersama masyarakat langsung melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi menimbulkan kebakaran kembali,” ujar Ipda Bambang.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam penanganan Karhutla sangat penting, terutama dalam memberikan informasi awal apabila melihat adanya asap atau titik api di sekitar lingkungan tempat tinggal maupun lahan perkebunan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api. Respons cepat sangat diperlukan agar api dapat ditangani sebelum meluas,” tambahnya.

Kegiatan groundcheck tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukum Polsek Patangkep Tutui. Sinergi antara Polri, TNI dan masyarakat terus diperkuat guna mempercepat penanganan setiap potensi Karhutla.

Setelah dilakukan pengecekan dan pendinginan, kondisi lokasi terpantau aman dan tidak ditemukan api yang masih menyala. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung **aman dan kondusif**.(Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *