SUKAMARA – Pencegahan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tidak selalu harus dilakukan dengan penegakan hukum yang kaku. Mengedepankan pendekatan yang lebih merakyat, jajaran Polsek Permata Kecubung menggencarkan kegiatan sambang dialogis dengan menemui warga secara langsung di pelosok desa untuk memberikan edukasi seputar lingkungan, Jumat (6/11/2026).
Personel kepolisian dengan seragam dinas turun ke lapangan, menyusuri jalanan desa, dan menghampiri warga yang sedang beraktivitas di halaman rumah maupun di area perkebunan. Polisi sengaja memilih momen santai ini agar pesan-pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat tanpa ada jarak atau sekat komunikasi.
Kapolres Sukamara AKBP Fajar Virgantara Sjarifuddin, S.I.K., melalui Kapolsek Permata Kecubung IPTU Muhammad Syaeful menjelaskan bahwa sambang dialogis merupakan metode yang sangat efektif untuk menumbuhkan kesadaran warga. Lewat obrolan dari hati ke hati, kepolisian berupaya mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap dampak buruk pembakaran lahan.
Dalam bincang-bincang yang hangat tersebut, petugas secara persuasif mengingatkan warga akan bahaya laten karhutla. Masyarakat, khususnya para petani dan pekebun, diimbau dengan sangat agar segera meninggalkan kebiasaan lama membuka atau membersihkan lahan pertanian dengan cara dibakar, sekecil apa pun skalanya.
Anggota Polsek Permata Kecubung juga menjelaskan bahwa praktik pembakaran lahan tidak hanya merusak kesuburan tanah dan menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan, tetapi juga bisa menjerat pelakunya ke ranah hukum pidana. Warga didorong untuk beralih memanfaatkan sisa tebasan rumput kering sebagai pupuk kompos yang jauh lebih ramah lingkungan.
Kegiatan sambang dialogis ini mendapat respons yang sangat positif dan apresiatif dari warga setempat. Masyarakat desa menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh program kepolisian dan bersedia saling mengawasi lingkungan masing-masing dari ancaman titik api. Polsek Permata Kecubung berkomitmen akan terus melanjutkan rutinitas edukasi ini demi kelestarian alam bersama. (HMS)






