*
Tamiang Layang – Satsamapta Polres Barito Timur melaksanakan patroli sosialisasi Layanan Call Center 110 di _Gumi Jari Jananh Kalalawah_, Minggu (10/5/2026) pukul 20.00 WIB. Patroli _Perintis Presisi_ menyasar Terminal Pasar Tamanggoeng Djaja Karti Jl. http://A.Yani Kel. Tamiang Layang.
Kasat Samapta Polres Bartim AKP SUKAJIM, S.H., M.M. menegaskan sosialisasi 110 penting agar warga bumi Kalalawah cepat lapor polisi. “Banyak warga belum tahu 110 gratis 24 jam. Kalau ada premanisme, jambret, atau laka, langsung telpon 110 biar cepat ditangani,” tegasnya.
Kegiatan dilaksanakan tiga personel Satsamapta yakni BRIPDA http://S.D.RIANO P.A, BRIPDA YUDA ALDY, dan BRIPDA DENY. Sesuai Sprin Kasat Samapta Nomor Sprin/21/IV/HUK.6.6./2026, patroli gunakan Ranmor R4 Isuzu D'Max http://No.Pol. 1032-35 keliling titik rawan malam minggu.
Pukul 20.00 WIB personel tiba di Terminal Pasar Tamanggoeng Djaja Karti Jl. http://A.Yani Km 02. Terminal jadi pusat aktivitas pedagang, sopir, dan tukang ojek yang rawan jadi korban pungli, copet, serta perkelahian. Ini titik prioritas sosialisasi 110 di Gumi Jari Jananh Kalalawah.
BRIPDA http://S.D.RIANO P.A pimpin sosialisasi ke pedagang kaki lima dan sopir angkot. Stiker Call Center 110 ditempel di kios, pos ojek, dan dinding terminal. Personel jelaskan cara lapor: tekan 110 tanpa kode area, gratis, langsung tersambung ke Polres Bartim.
BRIPDA YUDA ALDY dialogis dengan juru parkir dan tukang ojek. Imbauan disampaikan agar tidak main hakim sendiri bila ada pencuri. “Foto pelakunya, ingat ciri-ciri, lalu telpon 110. Biar polisi yang tangani,” ucapnya. Warga diingatkan tidak takut lapor.
BRIPDA DENY bagikan brosur layanan 110 ke pengunjung terminal. Isinya jenis laporan yang bisa diadukan: laka lantas, tindak pidana, bencana, gangguan kamtibmas, hingga permintaan pengawalan. Personel tegaskan identitas pelapor dirahasiakan oleh polisi.
Dari hal-hal yang ditemukan, lingkungan Terminal Pasar Tamanggoeng Djaja Karti terpantau aman kondusif terkendali. Tidak ada aksi premanisme saat patroli. Pedagang mengaku baru tahu 110 bebas pulsa dan siap lapor bila ada pungli atau pemalakan di bumi Kalalawah.
Sosialisasi 110 di terminal penting karena mobilitas tinggi. Sopir yang kena hipnotis, pedagang yang diperas, atau penumpang yang kecopetan bisa langsung minta bantuan. Kehadiran patroli bikin pelaku kejahatan berpikir dua kali beraksi di Gumi Jari Jananh Kalalawah.
Laporan patroli sosialisasi 110 Terminal Pasar Tamanggoeng Djaja Karti telah disampaikan kepada Kapolda Kalteng, Dirsamapta Polda Kalteng, dan Kapolres Bartim. Satsamapta Polres Bartim akan terus keliling pasar, terminal, dan pusat keramaian untuk kenalkan 110 demi Bartim aman.
