**
Tamiang Layang – Satlantas Polres Barito Timur melaksanakan sosialisasi larangan bermuatan lebih kepada para supir truck di sepanjang Jalan http://A.Yani Tamiang Layang, Sabtu (9/5/2026) malam. Edukasi digelar untuk cegah laka lantas akibat ODOL dan jaga usia jalan.
Kasat Lantas Polres Bartim AKP ASRI PUTRA BAHARI, http://S.Tr.K., S.I.K. menegaskan muatan lebih jadi pemicu laka fatal. “Truck ODOL remnya blong, ban pecah, jalan cepat rusak. Kita edukasi supir agar tidak bermuatan lebih demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Kegiatan melibatkan lima personel Satlantas Polres Bartim yakni AIPDA PATMA INDERA, AIPDA ADE C., BRIGPOL http://M.AZMI AZIS, BRIPDA TONJEM, dan BRIPDA MUHSIN. Sosialisasi digelar usai Blue Light Patrol pukul 20.10 WIB dengan menyasar truck yang parkir dan melintas di Jl. http://A.Yani.
AIPDA PATMA INDERA memimpin dialogis dengan supir truck ekspedisi yang berhenti di depan Bank BRI Tamiang Layang. Personel cek dimensi bak dan tinggi muatan. Supir diingatkan batas muatan sesuai JBI dan sanksi tilang bila ODOL.
AIPDA ADE C. bersama BRIGPOL http://M.AZMI AZIS edukasi supir truck angkutan CPO dan batu bara di depan Kantor DPRD Bartim. Bahaya truck ODOL dijelaskan: jalan ambles, jembatan retak, dan rem tidak pakem saat turunan. Supir diminta utamakan nyawa daripada tonase.
BRIPDA TONJEM dan BRIPDA MUHSIN bagikan brosur tertib muatan dan stiker _Stop ODOL_ ke kabin truck. Supir diimbau istirahat cukup, tidak kebut-kebutan, dan cek tekanan ban sebelum jalan. Nomor Call Center 110 disampaikan untuk lapor pungli di jalan.
Dalam sosialisasi, personel tegaskan larangan menambah tinggi bak, modifikasi sumbu, dan bawa muatan melebihi kelas jalan. Truck ODOL tidak hanya langgar UU LLAJ, tapi juga merugikan negara karena jalan cepat rusak dan sebabkan laka beruntun.
Sasaran sosialisasi ini untuk wujudkan _Kamseltibcarlantas Yang Mantap, Kondusif Sehingga Perekonomian Pulih_. Jalan yang aman dan tidak rusak karena ODOL bikin distribusi logistik lancar, biaya ekonomi turun, dan angka laka truck menurun.
Pak Budi, supir truck angkutan sembako, mengaku dapat pencerahan dari polisi. “Dulu mikirnya makin banyak muatan makin untung. Setelah dijelaskan risiko rem blong dan tilang, saya kapok ODOL. Nyawa lebih mahal,” ucapnya.
Dari hasil sosialisasi, para supir truck di Jl. http://A.Yani berkomitmen tidak bermuatan lebih dan patuhi aturan tonase. Situasi lalu lintas terpantau aman kondusif. Satlantas Polres Bartim akan rutin edukasi ODOL ke pool truck dan perusahaan ekspedisi sambil gelar penindakan.
