Ria Norsan Minta Polda Segera Proses Dugaan Kekerasan Saat Demonstrasi

Ria Norsan Minta Polda Segera Proses Dugaan Kekerasan Saat Demonstrasi

PONTIANAK, – sinarraya.co.id Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan, meminta Polda Kalbar segera memproses dugaan kekerasan terhadap mahasiswa yang terjadi saat demonstrasi di Pontianak pada Selasa (20/10/2026).

Ia menegaskan bahwa penanganan persoalan tersebut harus diserahkan kepada aparat penegak hukum agar fakta kejadian dapat diungkap sesuai ketentuan yang berlaku.

Pernyataan itu disampaikan Ria Norsan ketika menemui langsung massa aksi yang kembali mendatangi Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (23/10/2026).

Di hadapan massa, Ria Norsan menyampaikan bahwa dirinya telah menerima informasi mengenai perkembangan pemeriksaan dari Kapolresta Pontianak. Ia kemudian meminta agar penanganan perkara tersebut dapat segera dilanjutkan oleh Polda Kalbar.

“Sudah disampaikan Pak Kapolresta bahwa sedang dalam proses pemeriksaan. Saya minta ke Polda untuk segera diproses,” ujar Ria Norsan.

Dugaan kekerasan tersebut menjadi sorotan setelah aksi demonstrasi mahasiswa pada 20 Oktober diwarnai kericuhan. Sejumlah peserta aksi mengaku mengalami pemukulan oleh orang-orang berpakaian preman yang identitasnya belum dipastikan. Dugaan keterlibatan oknum organisasi kemasyarakatan juga mencuat, tetapi masih memerlukan pembuktian melalui proses hukum.

Sejumlah korban dilaporkan telah menempuh jalur hukum dengan menyampaikan laporan ke Polda Kalbar. Mereka berharap dugaan kekerasan yang dialami dapat ditindaklanjuti dan pihak-pihak yang terbukti terlibat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum.

Menanggapi persoalan tersebut, Ria Norsan menegaskan bahwa proses selanjutnya harus diserahkan kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, pemeriksaan menjadi langkah penting untuk memberikan kejelasan terhadap peristiwa yang berkembang dan menjawab pertanyaan masyarakat.

“Masalah proses selanjutnya kita serahkan ke APH,” tegasnya.

Permintaan tersebut menempatkan penanganan dugaan kekerasan pada mekanisme hukum yang berlaku. Identitas pihak yang diduga terlibat, kronologi kejadian, serta ada atau tidaknya keterlibatan organisasi tertentu perlu ditelusuri berdasarkan bukti dan keterangan para saksi.

Di tengah berkembangnya persoalan ini, Ria Norsan juga menemui massa aksi secara langsung di DPRD Kalbar. Pertemuan tersebut memberikan ruang bagi penyampaian aspirasi sekaligus kesempatan bagi gubernur untuk menyampaikan sikapnya terkait persoalan yang menjadi perhatian publik.

Bagi masyarakat, proses penanganan yang jelas dan profesional menjadi penting untuk memastikan dugaan kekerasan tidak berhenti pada perdebatan maupun saling tuding. Penyelidikan yang dilakukan berdasarkan bukti diharapkan dapat mengungkap peristiwa secara utuh dan memberikan kepastian bagi para korban maupun pihak-pihak yang disebut dalam perkara.

Ria Norsan meminta agar proses pemeriksaan segera berjalan sesuai prosedur. Dengan menyerahkan penanganan kepada aparat berwenang, ia berharap persoalan tersebut dapat memperoleh kejelasan melalui jalur hukum, sekaligus menjaga agar penyampaian aspirasi masyarakat tetap berlangsung dalam suasana aman dan tertib.(*/zainul irwansyah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *