*Respons Cepat Posko Karhutla Bartim, Titik Api di Siong dan Maipe Digroundcheck untuk Cegah Api Menjalar**

*TAMIANG LAYANG** – Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya titik api, Personel Posko Karhutla Kabupaten Barito Timur Regu III bergerak melakukan **groundcheck dan pemadaman lanjutan** di sejumlah lokasi wilayah Kecamatan Paju Epat, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul **13.00 WIB** tersebut menyasar titik api di **Desa Siong dan Desa Maipe, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur**. Langkah cepat dilakukan sebagai upaya memastikan bara api benar-benar padam serta mencegah api kembali aktif dan menjalar ke area di sekitarnya.

Di Desa Siong, personel mendatangi titik api yang berjarak sekitar **25 kilometer dari Posko Karhutla** dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit melalui jalur darat. Pada lokasi pertama, petugas melaksanakan pemadaman lanjutan menggunakan perangkat **sprayer/semprot air** terhadap titik api yang masih aktif. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar **1 hektare**, dengan lahan tersebut merupakan area milik PT ISA.

Selain titik tersebut, personel juga melakukan penanganan terhadap titik hotspot di wilayah Desa Siong. Dalam kegiatan ini turut terlibat **8 personel Polri, 3 personel TNI, 10 personel BPBD, 5 anggota MPA dan 7 karyawan**. Dukungan sarana yang digunakan meliputi kendaraan R2, R4, R6 serta **6 unit alkon** untuk mendukung proses pemadaman dan pembasahan area.

Pada lokasi lainnya di Desa Siong, luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar **2 hektare**. Api membakar lahan yang disebut merupakan milik warga dan merembet ke sejumlah kebun sawit pribadi. Kondisi vegetasi berupa **dedaunan kering, gambut dan semak belukar kering** menjadi perhatian petugas karena material tersebut mudah terbakar dan berpotensi menyebabkan api meluas apabila tidak segera dikendalikan.

Sementara itu, di **Desa Maipe**, Kecamatan Paju Epat, personel juga melakukan groundcheck sekaligus pemadaman lanjutan terhadap titik api yang dilaporkan masyarakat. Lokasi tersebut berjarak sekitar **20 kilometer dari Posko**, dengan waktu tempuh kurang lebih 15 menit menggunakan jalur darat. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar **0,5 hektare** dan merupakan lahan milik warga Desa Maipe.

Dalam penanganan di Desa Maipe, personel yang terlibat terdiri dari **8 personel Polri, 5 personel pemadam dan 4 warga**, dengan dukungan kendaraan R2, R4, R6 serta dua unit sprayer/semprot air. Petugas memfokuskan upaya pemadaman pada bagian lahan yang masih memiliki titik api aktif guna mencegah kobaran meluas ke area lainnya.

**Danru Posko Karhutla Kabupaten Barito Timur Aipda Arga Adi Purnomo** mengatakan, setiap laporan masyarakat mengenai keberadaan titik api segera ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke lokasi. Hal tersebut penting untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan sekaligus menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

“Personel difokuskan pada titik api yang masih aktif untuk dilakukan pemadaman lanjutan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan api dan bara dapat dikendalikan sehingga tidak meluas ke area sekitar,” jelas Aipda Arga.

Ia menambahkan, sinergi antara Polri, TNI, BPBD, MPA, petugas pemadam, karyawan dan masyarakat sangat diperlukan dalam penanganan karhutla. Selain pemadaman, petugas juga melakukan pembasahan pada area yang berpotensi masih menyimpan bara api sebagai langkah antisipasi agar kebakaran tidak kembali muncul.

Respons cepat terhadap laporan masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Barito Timur. Personel di lapangan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lokasi guna memastikan titik api tidak berkembang dan situasi tetap terkendali. (Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *