PORDASI KUBU RAYA WAKILI KALBAR DI KEJUARAAN NASIONAL EQUESTRIAN 2026, DUA ATLET SIAP BERTANDING

PORDASI KUBU RAYA WAKILI KALBAR DI KEJUARAAN NASIONAL EQUESTRIAN 2026, DUA ATLET SIAP BERTANDING

BANDUNG BARAT, – sinarraya.co.id Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Kabupaten Kubu Raya membawa nama Kalimantan Barat dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Equestrian 2026 yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Lapangan Bina Turangga Jurit, Batalyon Kavaleri Kuda 1 Sembrani, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Ketua PORDASI Kabupaten Kubu Raya, Burhanudin Abdullah, S.H., hadir mewakili Kalimantan Barat dalam ajang nasional tersebut. Keikutsertaan Kalbar menjadi langkah penting untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan olahraga berkuda di daerah.

Dalam kejuaraan ini, PORDASI Kubu Raya menurunkan dua atlet dengan dua ekor kuda, yakni M. Syahmi Arfan dan Muhammad Hamdhani Rifai. Keduanya akan mengikuti nomor dressage (tunggang serasi) dan jumping (lompat rintangan).

Kejurnas ini diikuti peserta dari sejumlah provinsi, di antaranya Sumatera Utara, Jambi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Riau.

Technical meeting kejuaraan dilaksanakan pada Kamis (22/10/2026), sebelum para atlet berlaga mulai Jumat hingga Minggu.

Ketua panitia kejuaraan, Mayjen TNI (Purn.) Agape, memimpin penyelenggaraan ajang yang menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan, disiplin, serta kerja sama antara penunggang dan kuda.

Burhanudin Optimistis Olahraga Berkuda Berkembang di Kalbar

Burhanudin Abdullah mengatakan, keikutsertaan PORDASI Kubu Raya merupakan salah satu langkah awal untuk mendorong kemajuan olahraga berkuda di Kalimantan Barat.

Ia mengakui belum memiliki pengalaman mendalam dalam olahraga berkuda. Namun, ketertarikannya untuk memimpin organisasi tersebut tumbuh dari kecintaannya terhadap olahraga berkuda dan memanah yang memiliki nilai historis dalam tradisi Islam.

“Memang saya belum memiliki pengalaman dalam olahraga berkuda. Namun, saya tertarik dengan olahraga ini karena Rasulullah menyukai olahraga berkuda dan memanah. Hal inilah yang membuat saya tertarik untuk memimpin olahraga berkuda,” ungkap Burhanudin.

Menurutnya, pengembangan PORDASI Kubu Raya ke depan tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada pembinaan atlet, pengembangan fasilitas, serta pengenalan olahraga berkuda kepada masyarakat luas.

Ia berharap suatu saat Kabupaten Kubu Raya memiliki arena berkuda yang memadai sehingga olahraga ini dapat berkembang menjadi kegiatan yang menarik, berprestasi, dan mengandung nilai-nilai positif.

Pengalaman Pembinaan Jadi Modal Pengembangan Atlet

Sementara itu, Sekretaris PORDASI Kubu Raya, Nazirin H. Umar, yang memiliki pengalaman sebagai pengasuh dan pembimbing berkuda, menyampaikan keyakinannya bahwa Kalimantan Barat berpeluang melahirkan atlet berkuda yang andal.

Ia menilai kepemimpinan Burhanudin Abdullah yang memiliki pengalaman dalam organisasi dapat menjadi modal untuk membangun pembinaan olahraga berkuda secara bertahap dan berkelanjutan.

Menurutnya, partisipasi dalam kejuaraan nasional merupakan kesempatan berharga bagi atlet Kubu Raya untuk menambah pengalaman bertanding, mengukur kemampuan, serta meningkatkan kualitas teknik.

Harapan untuk Dua Atlet Kalbar

Keikutsertaan M. Syahmi Arfan dan Muhammad Hamdhani Rifai di Kejurnas Equestrian 2026 diharapkan menjadi awal yang baik bagi perkembangan olahraga berkuda di Kabupaten Kubu Raya dan Kalimantan Barat.

Burhanudin berharap kedua atlet dapat memberikan penampilan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi daerah.

“Semoga kedua atlet berkuda dari Kubu Raya bisa meraih juara dalam kejuaraan equestrian ini. Kami berharap keikutsertaan mereka menjadi motivasi untuk terus membangun dan memajukan olahraga berkuda di Kalimantan Barat,” harapnya.

Melalui partisipasi ini, PORDASI Kubu Raya berkomitmen untuk terus mendorong pembinaan atlet dan memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal olahraga berkuda, sehingga ke depan Kalimantan Barat mampu bersaing dan melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional.(zainul irwansyah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *