Polsek Gunung Purei Sambangi Kelompok Tani, Sosialisasikan Teknik Olah Lahan Tanpa Bakar

Tribratanews.kalteng.polri.go.id – Polres Barito Utara – Sebagai upaya memberikan solusi nyata bagi para petani, Polsek Gunung Purei melaksanakan sambang desa sekaligus mensosialisasikan teknik Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) kepada kelompok tani pada Selasa (17/03/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat agraris yang selama ini mengandalkan api untuk membersihkan lahan, agar beralih ke metode yang lebih aman dan ramah lingkungan guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gunung Purei.

Kapolres Barito Utara melalui Kapolsek Gunung Purei, Ipda Hermendi, S.I.P., menyampaikan bahwa membakar lahan bukan hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengurangi tingkat kesuburan tanah dalam jangka panjang akibat hilangnya unsur hara alami. Beliau memberikan pemahaman bahwa sisa-sisa tebasan dapat dimanfaatkan sebagai mulsa atau pupuk organik yang justru akan meningkatkan hasil panen petani, sehingga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat Barito Utara dapat berjalan beriringan tanpa harus menimbulkan bencana asap yang merugikan.

Ipda Hermendi, S.I.P. menjelaskan bahwa Polri sangat peduli terhadap nasib para petani, namun kepatuhan terhadap hukum tetap menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. Setiap pelaku pembakaran lahan, baik skala kecil maupun besar, memiliki konsekuensi hukum yang tegas karena dampaknya yang bersifat masif terhadap kesehatan publik. Melalui sosialisasi ini, diharapkan para petani memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk mengelola ladang mereka secara bijak dan tidak terjebak dalam masalah hukum akibat kelalaian menggunakan api.

Ia menambahkan bahwa optimalisasi pendampingan dari Bhabinkamtibmas akan terus dilakukan untuk membantu petani dalam mencari solusi pengolahan lahan yang efisien tanpa menggunakan api. Kepolisian juga mendorong kelompok tani untuk bekerjasama dengan dinas pertanian setempat guna mendapatkan bantuan alat mesin pertanian yang mendukung metode PLTB. Sinergi antara keamanan dan ketahanan pangan adalah kunci stabilitas daerah yang harus dijaga bersama agar wilayah Kalimantan Tengah tetap menjadi paru-paru dunia yang sehat dan produktif bagi warganya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas juga mendemonstrasikan cara membuat sekat bakar sederhana di sekitar area kebun yang berbatasan dengan hutan sebagai langkah perlindungan darurat. Masyarakat diajak untuk lebih peka terhadap arah angin dan kondisi cuaca saat membersihkan lahan guna menghindari percikan api liar yang tidak terkendali. Dialog yang humanis ini berhasil menciptakan kesepahaman antara polisi dan petani mengenai pentingnya menjaga keseimbangan alam demi kelangsungan hidup generasi mendatang di wilayah hukum Polsek Gunung Purei.

Polsek Gunung Purei berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan edukasi dan pembinaan terhadap masyarakat tani demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif. Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya akan selalu mendukung kemajuan sektor pertanian selama dilakukan dengan cara-cara yang tidak melanggar aturan, serta menjamin bahwa wilayah Barito Utara akan tetap terlindungi dari ancaman kabut asap melalui kesadaran kolektif warga dalam mencegah Karhutla sejak dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *