*Polsek Dusun Timur Gerak Cepat Verifikasi Hotspot di Desa Sarapat, Cegah Potensi Karhutla Meluas*

Dusun Timur – Jajaran Polsek Dusun Timur Polres Barito Timur bergerak cepat melakukan pengecekan dan verifikasi titik panas (*hotspot*) yang terdeteksi di wilayah Desa Sarapat RT 04, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Senin (25/5/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah hukum Polres Bartim.

Berdasarkan hasil pemantauan Satelit NASA-SNPP, terdeteksi satu titik *hotspot* di wilayah Desa Sarapat dengan tingkat kepercayaan *medium*. Titik koordinat berada pada latitude -2.09189 dan longitude 115.12374 dengan lama pantauan hotspot selama satu hari dan jarak tempuh menuju lokasi sekitar lima kilometer.

Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Dusun Timur langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan lapangan. Kegiatan dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Desa Sarapat, Bripda Darma Andika, bersama Kepala Dusun Eba Raya Desa Sarapat, Amarto, serta anggota relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Sarapat, Ibu Hemi.

Dengan menggunakan tiga unit kendaraan roda dua pribadi, tim gabungan melakukan pencarian titik hotspot berdasarkan petunjuk koordinat dari satelit NASA-SNPP guna memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

Dari hasil pengecekan, ditemukan satu titik hotspot di area lahan milik warga bernama Depri Imanuel atau Bapak Mario dengan luas lahan kurang lebih 50 x 30 meter persegi. Saat petugas tiba di lokasi, api diketahui sudah padam dan tidak ditemukan asap yang masih mengepul. Meski demikian, personel tetap melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan tidak terdapat sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali atau merambat ke area lain.

Selain melakukan pengecekan, personel Polsek Dusun Timur juga berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sarapat untuk memperkuat sinergi dalam upaya penanggulangan dan pencegahan Karhutla di wilayah desa. Warga setempat turut diberikan imbauan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama menjelang musim kemarau yang rawan menyebabkan api cepat menyebar dan merusak ekosistem hutan.

Kapolsek Dusun Timur, Sulkhan Sururi, mengatakan bahwa pengecekan hotspot dilakukan sebagai langkah cepat dan responsif dalam mengantisipasi terjadinya Karhutla di wilayah Kabupaten Barito Timur.

“Kami bergerak cepat melakukan verifikasi terhadap setiap titik hotspot yang terdeteksi guna memastikan kondisi di lapangan dan mencegah potensi kebakaran meluas. Kami juga terus mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena selain membahayakan lingkungan juga ada sanksi hukum bagi pelakunya,” ujar IPDA Sulkhan Sururi, S.E.

Ia menambahkan bahwa kondisi cuaca yang masih sering turun hujan terkadang dimanfaatkan sebagian warga untuk membuka lahan semak belukar yang sebelumnya telah ditebas untuk berladang. Oleh sebab itu, pihak kepolisian terus meningkatkan patroli, pemantauan, dan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya Karhutla.

Kegiatan pengecekan hotspot tersebut berjalan dengan aman dan kondusif. Kehadiran personel kepolisian bersama perangkat desa dan relawan Masyarakat Peduli Api diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan maupun lahan di wilayah Kabupaten Barito Timur.(Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *