**Polsek Dusun Tengah Pantau Stok dan Harga BBM, Antisipasi Kelangkaan serta Penyalahgunaan Distribusi**

**Dusun Tengah** – Polsek Dusun Tengah Polres Barito Timur melaksanakan monitoring dan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) terkait ketersediaan, stok, serta harga bahan bakar minyak (BBM) di SPBU 64.737.01 Ampah dan sejumlah penjual BBM eceran di wilayah Kecamatan Dusun Tengah, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut dilaksanakan oleh personel Polsek Dusun Tengah, yakni **Aipda Fransisko** dan **Bripda Alfin Arya**, dengan melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi stok BBM di SPBU yang beralamat di Jalan Ampah–Tamiang Layang, Mantaliau, Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur.

Berdasarkan hasil Pulbaket dan keterangan karyawan SPBU, diketahui stok BBM pada 25 Agustus 2026 terdiri dari Biosolar sebanyak **0 liter** dengan harga Rp6.800 per liter, Pertamax sebanyak **0 liter** dengan harga Rp16.300 per liter, Pertalite sebanyak **8.000 liter** dengan harga Rp10.000 per liter, Pertamina Dex sebanyak **0 liter** dengan harga Rp21.650 per liter, serta Pertamax Turbo sebanyak **0 liter** dengan harga Rp18.700 per liter.

Hasil monitoring menunjukkan bahwa stok Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamina Dex mengalami kekosongan, sementara BBM jenis Pertalite masih tersedia di SPBU. Kekosongan tersebut berdasarkan keterangan yang dihimpun personel disebabkan adanya kendala dalam proses pengiriman dari distributor PT Pertamina ke SPBU.

Personel selanjutnya melakukan pemantauan terhadap aktivitas pembelian BBM di SPBU. Dari hasil pengamatan, masyarakat banyak melakukan pembelian BBM jenis Pertamax dan Pertalite. Petugas juga menemukan sejumlah sepeda motor jenis *tander* yang kondisinya tidak layak pakai digunakan untuk membeli BBM, bahkan terdapat pembeli yang menggunakan hingga satu sampai empat unit sepeda motor dan masih mendapatkan pelayanan pengisian dari pihak SPBU.

Selain memantau SPBU, personel juga melakukan pengecekan harga BBM yang dijual secara eceran di wilayah Kecamatan Dusun Tengah. Hasil monitoring menunjukkan harga Pertamax di tingkat pengecer berada pada kisaran **Rp19.000 hingga Rp22.000 per liter**, sedangkan Pertalite dijual dengan harga sekitar **Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter**.

Kondisi tersebut menjadi perhatian petugas karena tingginya harga BBM di tingkat pengecer dapat mendorong aktivitas pelangsir untuk memenuhi kebutuhan para pengecer. Apabila tidak dilakukan pengawasan secara berkelanjutan, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kepadatan antrean maupun perebutan pengisian BBM, sehingga masyarakat yang membeli BBM untuk kebutuhan sehari-hari dapat turut terdampak.

Kapolsek Dusun Tengah **Iptu Stefanus Rantealo, S.H., M.M.**, menegaskan bahwa monitoring dan Pulbaket akan terus dilakukan secara berkala terhadap penyaluran BBM, baik di SPBU maupun tingkat pengecer di wilayah hukum Polsek Dusun Tengah.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya penyalahgunaan dalam pendistribusian BBM, menjaga agar penyaluran berjalan sesuai ketentuan, serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang dapat muncul akibat kelangkaan maupun ketidakseimbangan distribusi BBM.

“Monitoring secara berkala perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi stok, harga, serta pola pendistribusian BBM di lapangan. Apabila ditemukan permasalahan, akan segera dikoordinasikan dengan pimpinan dan pihak terkait untuk menentukan langkah lebih lanjut,” jelasnya.

Selama kegiatan monitoring dan Pulbaket berlangsung, situasi di SPBU 64.737.01 Ampah dan wilayah sekitarnya terpantau **aman dan kondusif**.(Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *