*Polres Bartim Pantau Hotspot dari Satelit hingga Wilayah Terpencil, Tim Karhutla Tembus Medan Sulit di Danau Kajang*

**Barito Timur** – Komitmen Polres Barito Timur dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan hingga ke wilayah terpencil. Personel Siaga On Call Karhutla Regu III melaksanakan *groundcheck* terhadap titik panas (*hotspot*) yang terdeteksi oleh satelit Terra, Aqua, NOAA-20, dan SNPP di wilayah Desa Wuran, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan penanganan tersebut telah dimulai sejak Jumat (31/7/2026) pukul 20.00 WIB hingga selesai dengan melibatkan 15 personel Polri dan lima warga setempat, didukung tiga unit kendaraan roda empat.

Berdasarkan data satelit NASA-NSSP, titik hotspot terdeteksi berada di wilayah Danau Kajang, Desa Wuran, dengan koordinat **latitude -1.88477** dan **longitude 115.05035**.

Setelah menerima informasi tersebut, tim langsung bergerak menuju lokasi melalui jalur darat. Namun, medan yang sulit dan kondisi jalan yang tidak memungkinkan membuat kendaraan roda empat tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju titik api.

Personel kemudian berupaya mencari jalur alternatif melalui kawasan perkebunan sawit di sekitar lokasi. Akan tetapi, akses tersebut juga tidak dapat dilalui sehingga tim belum berhasil mencapai titik hotspot yang terdeteksi satelit.

Meski demikian, personel tetap melakukan pemantauan dari lokasi terdekat serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan langkah penanganan lanjutan terhadap titik panas tersebut.

Padal Siaga On Call Karhutla Regu III, AKP Sukajim, S.H., M.M., menjelaskan bahwa pengecekan lapangan terhadap titik hotspot merupakan bagian dari upaya deteksi dini dan respons cepat Polres Barito Timur dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan.

“Begitu menerima informasi dari pemantauan satelit, personel langsung bergerak menuju lokasi. Namun, kondisi medan yang cukup ekstrem dan sulit dijangkau menjadi kendala di lapangan. Saat ini kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar penanganan dapat dilakukan secara optimal,” ujar AKP Sukajim.

Ia menambahkan bahwa Polres Barito Timur akan terus meningkatkan pengawasan terhadap wilayah-wilayah rawan karhutla, termasuk daerah terpencil yang memiliki akses terbatas.

Polres Barito Timur juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.

Upaya pemantauan yang dilakukan hingga ke pelosok wilayah tersebut menjadi bukti keseriusan Polres Barito Timur dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi masyarakat dari dampak kebakaran hutan dan lahan. (Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *