Sampit – Pasca penyesuaian harga BBM non subsidi, Polsek Ketapang jajaran Polres Kotim menggelar patroli ke 9 SPBU di wilayah hukumnya, Jumat pagi (08/05/2026).
Tim patroli menyisir seluruh SPBU di Kecamatan Ketapang, yakni SPBU 64.743.09, Jl. MT Haryono, SPBU 64.743.08, Jl. Jend. Sudirman KM 2, SPBU 64.743.03, Jl. Jend. Sudirman KM 3, SPBU 64.743.15, Jl. Jend. Sudirman KM 11, SPBU 64.743.11, Jl. Jend. Sudirman KM 18, SPBU 64.743.01, Jl. Pelita Sampit, SPBU 64.743.07, Jl. HM. Arsyad Bundaran KB, SPBU 63.743.02, Jl. Ir. H. Juanda Telaga Baru dan SPBU 64.743.16, Jl. HM. Arsyad KM 8 Pelangsian
Hasil patroli menunjukkan situasi aman dan terkendali. Tidak ditemukan antrean panjang kendaraan, tidak ada kelangkaan BBM, serta tidak ada protes atau penolakan dari masyarakat terkait penyesuaian harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Di lokasi, petugas berdialog dengan pengawas dan operator SPBU. Imbauan tegas disampaikan agar tidak melayani pelangsir dan tetap menerapkan pembatasan pembelian BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Bio Solar sesuai aturan.
Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Ketapang AKP Anis menyampaikan bahwa “Tidak ada antrean panjang, tidak ada kelangkaan, tidak ada penolakan. Ini bukti masyarakat paham dan situasi kondusif. Saya perintahkan seluruh jajaran awasi ketat. BBM subsidi tidak boleh diselewengkan. Kotim harus tetap aman,” ujarnya. (Hms)
