*Personel Gabungan dan MPA Bergerak Padamkan Karhutla di Wuran, Sejumlah Titik Masih Menyisakan Bara**

**TAMIANG LAYANG** – Personel gabungan Polri, TNI, Pemadam Kebakaran, Posko Kabupaten dan Masyarakat Peduli Api (MPA) bergerak melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Desa Wuran dan Desa Ipu, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan penanggulangan karhutla tersebut dilaksanakan mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai, menyusul terpantau adanya **20 titik hotspot** berdasarkan aplikasi SiPongi. Personel gabungan kemudian melakukan *groundcheck* untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan sekaligus memetakan potensi penjalaran api.

Kekuatan personel yang diterjunkan terdiri dari **6 personel Polri, 2 personel TNI, 2 personel Pemadam Kebakaran, 4 personel Posko Kabupaten dan 6 personel MPA**. Tim mendatangi sejumlah titik yang terindikasi berdasarkan koordinat data satelit NASA-SNPP dan NASA-NOAA20.

Kapolsek Dusun Tengah Polres Barito Timur **IPTU Stefanus Rantealo, S.H., M.M.**, mengatakan bahwa pengecekan lapangan dilakukan sebagai langkah untuk memastikan setiap informasi titik panas dapat segera ditindaklanjuti.

“Personel bersama unsur terkait melaksanakan *groundcheck* untuk memastikan keberadaan titik panas, kondisi lahan, serta potensi penjalaran api. Kami juga melakukan koordinasi dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama mencegah terjadinya karhutla,” jelas IPTU Stefanus.

Dari hasil pengecekan, area yang terdampak kebakaran meliputi **lahan gambut, kebun sawit, kebun karet serta area yang ditumbuhi rumput dan semak belukar**. Lokasi kebakaran berada cukup jauh dari permukiman masyarakat dan sebagian berada di kawasan hutan yang sulit dijangkau.

Saat dilakukan pengecekan, sebagian titik api telah padam. Namun, personel masih menemukan sejumlah bagian yang menyisakan **bara dan api kecil**, terutama pada area lahan gambut dan semak belukar. Kondisi tersebut terjadi karena api masih membara di lapisan gambut sehingga membutuhkan penanganan secara hati-hati dan berkelanjutan.

Upaya pemadaman juga menghadapi kendala berupa **akses menuju lokasi yang sulit dijangkau kendaraan roda empat maupun sarana penanganan lainnya**. Selain itu, lokasi berada cukup jauh dari permukiman serta sumber air, sehingga mobilisasi personel dan peralatan untuk melakukan pemadaman belum dapat dilakukan secara maksimal.

Meski menghadapi berbagai kendala, personel gabungan tetap melakukan pemantauan dan penanganan terhadap bagian lahan yang masih ditemukan bara maupun api kecil. Koordinasi antarunsur terus dilakukan untuk mencegah api kembali membesar dan menjalar ke area lainnya.

Kapolsek Dusun Tengah juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran dalam kegiatan pembukaan maupun pembersihan lahan. Masyarakat diminta segera memberikan informasi kepada petugas apabila menemukan titik api atau asap yang berpotensi berkembang menjadi karhutla.

“Pencegahan karhutla membutuhkan peran bersama. Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api, sehingga dapat ditangani sedini mungkin,” pungkasnya.(Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *