Pontianak, Minggu 3 Mei 2026 – sinarraya.co.id
Pengamat sosial M. Said mengimbau berbagai pihak agar tidak terburu-buru membuat asumsi negatif terhadap Gubernur Kalimantan Barat, H. Ria Norsan, terkait penanganan sejumlah kasus di daerah tersebut.
Menurut Said, opini yang tidak jelas sumbernya justru berpotensi mengganggu konsentrasi gubernur dalam menjalankan tugasnya membangun Kalimantan Barat.
“Biarkan gubernur kita fokus bekerja dengan tenang dalam menangani pembangunan di Kalbar. Kalau ada berita yang tak jelas entah dari mana rimbanya tentu akan mengganggu ketenangan Pak Norsan dalam bekerja,” ujarnya saat menjawab pertanyaan media, Minggu (3/5/2026).
Dia menambahkan, narasi miring yang terus berulang dapat berdampak pada kinerja pemerintahan.
“Kalau diganggu terus dengan narasi miring, tentu bisa terganggu kinerja beliau,” tambahnya.
Said juga menilai latar belakang Ria Norsan sebagai seorang pengusaha menjadi modal penting dalam memahami skala prioritas pembangunan daerah.
Dia meminta masyarakat untuk memberikan waktu dan kesempatan agar program-program pemerintah dapat berjalan optimal.
“Berilah beliau kesempatan bekerja dulu,” tegas Said.
Lebih lanjut, dia menggambarkan sosok Ria Norsan sebagai pekerja keras dan pemikir yang berkomitmen memajukan Kalimantan Barat. Menurutnya, aktivitas gubernur dimulai sejak pagi hari.
“Beliau saya lihat usai sholat subuh berjamaah di masjid sudah langsung bekerja. Pagi sudah ke kantor,” ungkapnya.
Selain itu, Said juga menyoroti sikap terbuka gubernur terhadap aspirasi masyarakat. Dia menyebut, dalam beberapa aksi demonstrasi di kantor gubernur, Ria Norsan selalu turun langsung menemui massa.
“Tak pernah beliau menghindar,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Said mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan serta doa agar pembangunan di Kalimantan Barat berjalan lancar di bawah kepemimpinan Ria Norsan.
“Marilah kita doakan agar Kalbar di bawah kepemimpinan Ria Norsan semakin maju, proyek skala prioritas berhasil dibangun. Saya yakin Pak Norsan amanah dalam memimpin,” tutupnya.(*/zainul irwansyah).






