KUBU RAYA — sinarraya.co.id
Warga kawasan Ampera Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, kembali mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi selama dua hari berturut-turut.
Kondisi tersebut memicu keresahan warga karena aliran listrik padam dalam waktu cukup lama dan dikhawatirkan berdampak terhadap peralatan elektronik rumah tangga.
Keluhan warga memuncak pada Selasa, 25 Agustus 2026. Aliran listrik di kawasan tersebut dilaporkan padam sejak sekitar pukul 12.00 WIB dan hingga malam hari belum kembali normal.
Pemadaman berjam-jam membuat aktivitas masyarakat terganggu. Warga harus menjalankan berbagai kegiatan rumah tangga tanpa penerangan, sementara sebagian aktivitas pekerjaan juga ikut terdampak.
Sejumlah warga, khususnya ibu rumah tangga, mengaku khawatir pemadaman yang terjadi berulang dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronik seperti kulkas dan perangkat rumah tangga lainnya.
“Sudah dua hari berturut-turut listrik mati. Hari ini lebih parah, dari sekitar pukul 12.00 siang sampai malam belum juga menyala,” keluh salah seorang warga Ampera Raya.
Menurut warga, gangguan listrik juga terjadi pada Senin, 24 Agustus 2026. Pada hari pertama pemadaman, warga mengaku telah menyampaikan pengaduan melalui aplikasi PLN Mobile.
Warga menyebut laporan pada hari pertama mendapat respons. Namun, ketika pemadaman kembali terjadi pada Selasa, 25 Agustus 2026, mereka mengaku belum memperoleh kepastian mengenai penyebab gangguan maupun informasi terkait perkiraan waktu listrik kembali normal.
Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan penanganan gangguan listrik di wilayah mereka. Masyarakat berharap laporan yang disampaikan tidak hanya diterima, tetapi juga ditindaklanjuti dengan informasi yang jelas kepada pelanggan.
Warga juga meminta agar informasi mengenai pemadaman disampaikan secara terbuka, terutama jika gangguan berkaitan dengan kerusakan jaringan, pemeliharaan, maupun faktor teknis lainnya.
Bagi masyarakat, pemadaman yang berlangsung selama berjam-jam dan terjadi dua hari berturut-turut bukan lagi sekadar gangguan singkat. Kondisi tersebut telah berdampak terhadap aktivitas, pekerjaan, kenyamanan, serta kebutuhan rumah tangga warga.
Warga berharap gangguan segera ditangani dan pihak terkait memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab pemadaman serta langkah penanganannya.
Hingga berita ini dibuat, warga kawasan Ampera Raya masih menunggu aliran listrik kembali normal. Masyarakat berharap adanya kepastian dan informasi yang transparan agar pelanggan tidak terus menunggu tanpa mengetahui penyebab maupun perkembangan penanganan gangguan listrik tersebut.(*/tim)








