*TAMIANG LAYANG** – Semangat pantang menyerah ditunjukkan tim gabungan dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Tran 200, Desa Wuran, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur. Kobaran api yang dilaporkan masyarakat mulai mendekati permukiman warga ditangani secara bersama-sama hingga berhasil dipadamkan, Sabtu (12/9/2026) malam.
Penanganan dimulai sekitar pukul 21.00 WIB. Kapolsek Dusun Tengah Polres Barito Timur Polda Kalimantan Tengah **IPTU Stefanus Rantealo, S.H., M.M.**, bersama anggota dan Bhabinkamtibmas turun langsung ke lokasi bersama unsur TNI, pemadam kebakaran, Posko Kabupaten, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat Desa Wuran.
Sebanyak 47 personel gabungan terlibat dalam upaya penanganan tersebut, terdiri dari 6 personel Polri, 10 personel TNI, 6 personel pemadam kebakaran, 10 personel Posko Kabupaten dan 15 anggota MPA. Tim bergerak setelah menerima laporan masyarakat mengenai kebakaran yang berpotensi mengancam keselamatan permukiman.
Setibanya di lokasi, petugas melakukan pengecekan dan mendapati area terdampak meliputi lahan gambut, kebun sawit, kebun karet, serta kawasan yang ditumbuhi rumput dan semak belukar. Sebagian area kebakaran juga berada di kawasan hutan, sementara kobaran api telah mendekati permukiman masyarakat.
Dengan mengerahkan mobil pemadam kebakaran dan mesin Alkon, tim gabungan melakukan pemadaman secara langsung. Petugas juga melakukan penyekatan dan pembasahan di sekitar area terdampak untuk mencegah api kembali menyala maupun menjalar ke wilayah yang lebih luas.
**Kapolsek Dusun Tengah IPTU Stefanus Rantealo, S.H., M.M.**, mengatakan seluruh unsur yang terlibat berkomitmen melakukan penanganan secara maksimal sampai kondisi di sekitar permukiman dinyatakan aman.
“Kami bersama seluruh unsur terkait berupaya semaksimal mungkin melakukan pemadaman. Prinsipnya, pantang pulang sebelum api benar-benar padam, terutama karena lokasi kebakaran sudah mendekati permukiman masyarakat,” ujar IPTU Stefanus.
Perjuangan tim gabungan bersama masyarakat akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul **23.30 WIB**, api yang mendekati permukiman warga berhasil dipadamkan. Petugas kemudian tetap melakukan pembasahan dan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber air. Selain itu, selang pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik api apabila lokasi kebakaran berada cukup jauh dari akses kendaraan pemadam.
Sebagai langkah lanjutan, tim akan terus melakukan pemantauan terhadap area yang masih memiliki potensi munculnya titik api serta berkoordinasi dengan unsur terkait. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan api tidak kembali menyala dan mencegah Karhutla meluas hingga mengancam permukiman masyarakat.
Kapolsek juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api. Sinergi antara Polri, TNI, pemadam kebakaran, MPA dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga wilayah Barito Timur dari ancaman Karhutla.(Joe)








