*TAMIANG LAYANG** – Respons cepat dilakukan jajaran Polres Barito Timur dalam menangani informasi titik *hotspot* (HS) yang terdeteksi di wilayah Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, Sabtu (12/9/2026).
Kasat Samapta Polres Barito Timur bersama Kapolsek Dusun Tengah **IPTU Stefanus Rantealo, S.H., M.M.**, memimpin langsung personel dalam kegiatan *groundcheck* dan pemantauan titik *hotspot* berdasarkan data satelit NASA-NOAA/SNPP. Kegiatan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB hingga selesai dengan menyasar sejumlah titik koordinat yang terdeteksi di wilayah Kelurahan Ampah Kota.
Dalam penanganan tersebut, kekuatan personel yang dilibatkan terdiri dari **10 personel Polri, 12 personel Brimob, 4 personel BPBD, 10 warga serta 30 relawan**. Tim didukung tiga unit kendaraan roda empat dan dua unit kendaraan roda enam untuk menunjang mobilitas serta kegiatan pemantauan di lapangan.
Beberapa titik koordinat yang menjadi sasaran pengecekan antara lain **-1.76735, 115.16322; -1.76671, 155.16202; -1.76672, 155.15922; -1.7678, 155.15816; -1.76318, 155.15981; serta -1.69013, 155.10926**. Dari Polsek Dusun Tengah menuju lokasi *hotspot* berjarak sekitar 5 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 10 menit menggunakan jalur darat.
Setibanya di lokasi, Kasat Samapta dan Kapolsek Dusun Tengah bersama personel melakukan pemantauan kondisi lahan serta memastikan situasi di sekitar titik yang terdeteksi. Berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan, **api telah dalam kondisi padam**. Adapun luas lahan yang sebelumnya terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih **4 hektare**.
Kasat Samapta bersama Kapolsek Dusun Tengah juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat sekitar agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan adanya asap atau titik api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran.
Kapolsek Dusun Tengah **IPTU Stefanus Rantealo, S.H., M.M.**, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sangat diperlukan dalam upaya pencegahan karhutla. Informasi yang cepat dari masyarakat akan membantu petugas melakukan pengecekan dan penanganan sedini mungkin.
Kegiatan *groundcheck* tersebut merupakan bentuk sinergi Polri, Brimob, BPBD, masyarakat dan relawan dalam memastikan setiap informasi *hotspot* ditindaklanjuti secara langsung. Dengan pemantauan dan edukasi secara berkelanjutan, diharapkan potensi terjadinya karhutla di wilayah Kecamatan Dusun Tengah dapat diminimalkan serta situasi lingkungan tetap aman dan kondusif.(Joe)






