**Barito Timur** — Kepolisian Resor Barito Timur melalui Bhabinkamtibmas dan personel Polsubsektor Paku Polsek Dusun Tengah bergerak cepat melakukan **groundcheck titik hotspot** di wilayah Desa Dayu, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur, Senin (17/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh **Kapolsubsektor Paku** Ipda Edy Sutrisno bersama personel Polri dan melibatkan pemerintah desa serta masyarakat setempat. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap informasi titik panas (*hotspot*) yang terdeteksi melalui data satelit **NASA-SNPP**.
Tim menuju lokasi dengan jarak sekitar **35 kilometer dari Polsubsektor Paku** dan waktu tempuh kurang lebih 40 menit menggunakan jalur darat. Setibanya di lokasi, petugas melakukan pengecekan kondisi lapangan dan pemantauan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Berdasarkan hasil groundcheck, titik hotspot berada pada koordinat **Latitude -1.94499 dan Longitude 115.05708**. Di lokasi, petugas masih menemukan api yang menyala, sementara sebagian titik kebakaran belum dapat dijangkau personel karena kondisi medan.
Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai **±10 hektare**, dengan area terbakar meliputi kebun karet, kebun sawit dan kawasan hutan.
Kapolsek Dusun Tengah **IPTU Stefanus Rantealo, S.H., M.M.**, mengatakan kegiatan groundcheck merupakan langkah penting untuk memastikan informasi hotspot di lapangan sekaligus mengetahui kondisi aktual kebakaran.
“Personel kami langsung melakukan pengecekan ke lokasi setelah adanya informasi titik hotspot. Selain memastikan kondisi di lapangan, petugas juga melakukan pemantauan terhadap perkembangan api serta memberikan edukasi kepada masyarakat di sekitar lokasi,” ujar IPTU Stefanus.
Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas dan personel Polsubsektor Paku juga mengingatkan masyarakat agar **tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar**. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada petugas apabila mengetahui adanya titik api di wilayah sekitar.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar karena api dapat dengan cepat meluas dan berdampak terhadap lingkungan maupun masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan groundcheck melibatkan **5 personel Polri, 1 unsur pemerintah desa dan 5 warga masyarakat**, dengan dukungan kendaraan roda dua serta kendaraan roda empat.
Polres Barito Timur terus mendorong sinergi antara Kepolisian, pemerintah desa dan masyarakat dalam melakukan deteksi dini serta penanganan Karhutla, sehingga setiap informasi mengenai titik api dapat segera ditindaklanjuti.
Selama pelaksanaan kegiatan, situasi **aman dan kondusif**.(Joe)










