**Kapolsek Turun Langsung Pimpin Penanganan Karhutla di Bambulung, Api Berhasil Dipadamkan**

**TAMIANG LAYANG** – Respons cepat ditunjukkan Polsek Pematang Karau Polres Barito Timur (Bartim) dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Dusun Bambulung Baru, Desa Bambulung, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, Senin (21/9/2026) malam.

Begitu menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya api yang menyala di sekitar Jalan Ampah–Buntok, personel Polsek Pematang Karau langsung bergerak melakukan pengecekan ke lokasi. Kapolsek Pematang Karau **IPDA Rikardo Hutahaean, S.H.**, turut turun langsung memimpin penanganan bersama personel gabungan.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB tersebut melanda lahan kosong dengan luas kurang lebih **0,5 hektare**. Lokasi kebakaran berjarak sekitar 4 kilometer dari Mako Polsek Pematang Karau dengan waktu tempuh kurang lebih 10 menit.

Dalam penanganan di lapangan, Polri bersama satu personel TNI, lima personel Damkar, empat warga dan enam relawan turut berjibaku melakukan pemadaman. Upaya pemadaman dilakukan menggunakan satu unit alat semprot air dan satu unit Alkon, didukung dua kendaraan roda empat.

Kapolsek Pematang Karau **IPDA Rikardo Hutahaean, S.H.**, mengatakan kecepatan masyarakat dalam melaporkan kejadian serta respons personel di lapangan menjadi bagian penting dalam mencegah api meluas.

“Kami langsung melakukan pengecekan setelah menerima laporan masyarakat. Bersama TNI, Damkar, warga dan relawan, kami melakukan pemadaman agar api tidak meluas ke area lainnya. Kami juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila melihat adanya titik api,” ujar Kapolsek.

Berkat kerja sama seluruh pihak, api berhasil dipadamkan. Namun, petugas masih menemukan kepulan asap di sejumlah bagian lahan karena kondisi tanah di lokasi merupakan jenis **gambut**, sehingga diperlukan pemantauan dan pendinginan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali.

Kapolsek menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kewaspadaan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, terutama ketika kondisi lahan kering dan mudah terbakar.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Sekecil apa pun api harus menjadi perhatian karena dapat dengan cepat merambat dan menimbulkan dampak yang lebih luas,” tegasnya.

Pasca pemadaman, situasi di lokasi terpantau aman dan terkendali. Personel bersama unsur terkait tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang kembali menyala.

Kehadiran Polri bersama TNI, Damkar, warga dan relawan dalam penanganan tersebut menjadi wujud sinergi dalam merespons cepat setiap laporan Karhutla sekaligus melindungi lingkungan dan masyarakat dari dampak kebakaran. (Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *