**Kapolres Bartim Pimpin Apel Gelar Pasukan Aman Nusa II, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Puncak Ancaman Karhutla 2026**

Memasuki puncak musim kemarau tahun 2026, Polres Barito Timur menggelar Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana Operasi Kontingensi Aman Nusa II sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukum Polres Barito Timur. Kegiatan berlangsung pada Selasa (21/7/2026) di halaman Mapolres Barito Timur.

Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Barito Timur, **AKBP Eddy Santoso, S.I.K., M.H.**, selaku Inspektur Upacara. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakapolres Barito Timur **Kompol Alexsander F. Sitepu, S.H.**, para Pejabat Utama (PJU), para perwira, serta seluruh Kapolsek jajaran Polres Barito Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Barito Timur membacakan amanat Kapolda Kalimantan Tengah **Irjen Pol. Iwan Kurniawan**, yang menegaskan bahwa Provinsi Kalimantan Tengah akan memasuki puncak musim kemarau pada Juli hingga Agustus 2026. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, mengingat wilayah Kalimantan Tengah didominasi kawasan hutan dan lahan gambut yang sangat rentan terbakar, ditambah masih adanya praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Dalam amanatnya disampaikan bahwa ancaman karhutla tidak hanya berdampak terhadap kerusakan lingkungan, tetapi juga menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, transportasi, perekonomian, hingga pelayanan publik.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau di Kalimantan Tengah diprediksi berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026. Sementara itu, data BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah hingga 19 Juli 2026 mencatat telah terjadi **563 kejadian karhutla** dengan total luas lahan terbakar mencapai **852,58 hektare**. Dari jumlah tersebut, **229 kejadian** terjadi sepanjang bulan Juli dengan luas lahan terbakar mencapai **378,72 hektare**, sehingga diperlukan langkah antisipasi yang lebih optimal.

Sebagai upaya menghadapi kondisi tersebut, Polda Kalimantan Tengah melaksanakan **Operasi Kontingensi Aman Nusa II Tahun 2026** selama 14 hari yang mengedepankan sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, relawan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam pencegahan maupun penanggulangan karhutla.

Operasi Aman Nusa II dipusatkan pada enam satuan kewilayahan, yakni Polda Kalimantan Tengah, Polresta Palangka Raya, Polres Pulang Pisau, Polres Kapuas, Polres Kotawaringin Timur, dan Polres Kotawaringin Barat dengan melibatkan 650 personel. Sementara itu, Polres Barito Timur bersama polres lainnya melaksanakan kegiatan imbangan sesuai tingkat kerawanan wilayah masing-masing.

Melalui amanat Kapolda, seluruh personel diinstruksikan untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana, memperkuat koordinasi lintas sektoral, mengoptimalkan patroli terpadu dan deteksi dini hotspot, menegakkan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan, memanfaatkan teknologi pemantauan titik panas, serta senantiasa mengutamakan keselamatan personel selama bertugas.

Pelaksanaan Apel Gelar Pasukan dan pengecekan sarana prasarana ini menjadi bukti kesiapan Polres Barito Timur dalam menghadapi musim kemarau serta memperkuat komitmen bersama seluruh instansi terkait untuk mengedepankan langkah-langkah pencegahan. Dengan sinergi yang solid, edukasi kepada masyarakat, patroli terpadu, serta respons cepat terhadap potensi titik api, diharapkan wilayah Kabupaten Barito Timur tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau tahun 2026.(Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *