Tamiang Layang – Untuk memastikan stabilitas distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta mengantisipasi potensi kelangkaan dan kenaikan harga di tingkat pengecer, Polres Barito Timur melaksanakan kegiatan pemantauan ketersediaan dan harga BBM di wilayah hukum Polres Bartim, Senin (11/5/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan surat perintah Kapolres Barito Timur terkait pelaksanaan tugas pemantauan ketersediaan dan harga BBM di wilayah Kabupaten Barito Timur.
Patroli gabungan yang dipimpin personel Satsamapta Polres Bartim itu turut melibatkan instansi terkait, di antaranya personel TNI Yon TP-924 Uria Mapas, Satpol PP serta Dinas Perdagangan dan UMKM Kabupaten Barito Timur.
Adapun sasaran pemantauan meliputi sejumlah SPBU, Pertashop dan kios pengecer BBM di wilayah Kecamatan Dusun Timur dan Kecamatan Benua Lima.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan langsung terhadap stok ketersediaan BBM serta harga jual di lapangan guna memastikan distribusi berjalan normal dan tidak terjadi penyimpangan harga yang merugikan masyarakat.
Dari hasil pemantauan di SPBU PT Sumber Waras Karunia, Kompleks Longkang Desa Jaar, Kecamatan Dusun Timur, ditemukan stok Pertalite dan Bio Solar dalam kondisi kosong, sementara Pertamax masih tersedia dengan harga Rp12.600 per liter. Sedangkan BBM Dexlite juga terpantau kosong.
Sementara itu, di kios pengecer Depot Intan Sari kawasan Bundaran Pasar Panas, Kelurahan Taniran, ditemukan stok Pertalite tersedia dengan harga eceran Rp13.000 per liter, sedangkan Pertamax dalam kondisi kosong.
Patroli gabungan juga melakukan pemantauan di SPBU Pertashop Desa Dorong dan Pertashop Jalan Sarapat Tamiang Layang. Di lokasi tersebut ditemukan stok Pertamax sebagian tersedia, sementara Dexlite di Pertashop Desa Dorong masih tersedia dengan harga Rp26.600 per liter.
Selain SPBU dan Pertashop, tim gabungan turut memeriksa kios pengecer BBM di Jalan Nansarunai dan Kompleks Sulung Tamiang Layang. Dari hasil pengecekan, harga Pertalite di tingkat pengecer berkisar Rp15.000 per liter dan Pertamax Rp14.000 per liter dengan stok masih tersedia.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa secara umum ketersediaan BBM di wilayah Kabupaten Barito Timur masih mencukupi baik di tingkat SPBU maupun kios pengecer. Namun demikian, ditemukan adanya kenaikan harga jual BBM di tingkat pengecer sekitar Rp1.000 hingga Rp1.500 dari harga eceran normal.
Kapolres Bartim, AKBP Eddy Santoso melalui Kasat Samapta AKP Sukajim mengatakan bahwa kegiatan patroli gabungan tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Kegiatan ini bertujuan memastikan stok BBM di wilayah Barito Timur tetap tersedia serta memantau perkembangan harga di lapangan agar tidak terjadi penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi BBM,” ujar Kasat Samapta.
Ia menambahkan, koordinasi lintas instansi akan terus dilakukan guna menjaga stabilitas distribusi BBM dan menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di tengah masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung situasi terpantau aman, lancar dan kondusif.(Joe)
