*Kabut Asap dan Kurang Hati-Hati Diduga Picu Laka di Bararawa, Satu Pengendara Meninggal Dunia**

**TAMIANG LAYANG** – Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan Ampah–Buntok, tepatnya di RT 005 Desa Bararawa, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, Senin (21/9/2026) sekitar pukul 18.10 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu pengendara meninggal dunia saat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Ampah.

Kecelakaan melibatkan sepeda motor Yamaha F1 warna merah putih tanpa nomor polisi yang dikendarai Abdul Ghani (19), berboncengan dengan Ahmad Jamaludin (17), serta sepeda motor Honda Sonic warna hitam dengan nomor polisi KH 5806 DK yang dikendarai Dede Riady (29).

Kasi Humas Polres Barito Timur AKP Eko Sutrisno, S.H., M.M., melalui Plt. Kasat Lantas Polres Bartim Ipda Sukisno Hendika, menjelaskan kecelakaan bermula ketika sepeda motor Yamaha F1 melaju dari arah Buntok menuju Ampah. Saat berada di lokasi kejadian, sepeda motor tersebut diduga mengambil jalur ke kanan atau jalur kendaraan dari arah berlawanan.

“Diduga pengendara Yamaha F1 mengambil jalur ke kanan karena jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap. Pada saat bersamaan, dari arah Ampah menuju Tamiang Layang melaju sepeda motor Honda Sonic. Karena jarak kedua kendaraan sudah dekat, tabrakan tidak dapat dihindari,” jelas Ipda Sukisno.

Akibat benturan tersebut, kedua sepeda motor dan pengendaranya terjatuh di badan jalan. Abdul Ghani mengalami luka memar pada bagian dada serta cedera kepala berat dan kemudian meninggal dunia saat mendapatkan perawatan di Puskesmas Ampah.

Sementara itu, pengendara Honda Sonic, Dede Riady, mengalami patah tulang tertutup pada tangan kanan. Sedangkan Ahmad Jamaludin yang merupakan penumpang sepeda motor Yamaha F1 mengalami luka lecet pada lutut sebelah kiri.

Dari kecelakaan tersebut, kedua kendaraan mengalami kerusakan. Sepeda motor Yamaha F1 mengalami kerusakan pada bagian depan dan bodi sebelah kiri, sedangkan Honda Sonic mengalami kerusakan pada bagian depan serta bodi sebelah kanan dan kiri. Kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan sekitar Rp1 juta.

Ipda Sukisno mengatakan, berdasarkan hasil laporan awal, faktor yang diduga menjadi penyebab kecelakaan adalah kurang hati-hatinya pengendara Yamaha F1 saat berkendara. Kondisi kabut asap yang menyebabkan jarak pandang terbatas, waktu kejadian pada malam hari serta kecepatan kendaraan turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam keselamatan berkendara.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya pengendara yang melintas di wilayah yang terdampak kabut asap, agar meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan dan memastikan kondisi jalan serta jarak pandang benar-benar aman sebelum melanjutkan perjalanan,” imbaunya.

Pihak Satlantas Polres Barito Timur telah melakukan sejumlah tindakan kepolisian, di antaranya mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), melakukan pendataan dan pencatatan terhadap saksi-saksi serta mengumpulkan barang bukti untuk kepentingan penanganan lebih lanjut.

Kasi Humas Polres Bartim AKP Eko Sutrisno menambahkan, keselamatan merupakan hal utama dalam berkendara. Kondisi jalan dan cuaca yang dapat mengurangi jarak pandang harus menjadi perhatian setiap pengendara agar kecelakaan lalu lintas dapat dicegah.

“Utamakan keselamatan, jangan memaksakan berkendara ketika jarak pandang terbatas. Kurangi kecepatan, tingkatkan kewaspadaan dan pastikan kendaraan serta pengendara dalam kondisi siap sebelum melakukan perjalanan,” pungkasnya.(Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *