Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kolaborasi Riset Global, PT RPN Jalin Sinergi dengan Universiti Putra Malaysia

Bogor – sinarraya.co.id

Holding Perkebunan Nusantara melalui entitasnya, PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), menerima kunjungan delegasi Institute of Plantation Studies (IKP), Universiti Putra Malaysia (UPM) dalam agenda Benchmarking Visit and Collaboration Discussion yang diselenggarakan di Aula Kantor Direksi PT RPN, Bogor, Kamis (25/6).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Holding Perkebunan Nusantara untuk memperkuat kolaborasi riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia di sektor perkebunan melalui kemitraan strategis dengan institusi internasional.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani kedua institusi pada Desember 2024 sebagai komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama di bidang riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Delegasi IKP-UPM dipimpin oleh Direktur Institute of Plantation Studies, Prof. Ts. Dr. Siti Khairunniza Bejo, didampingi Wakil Direktur Prof. Dr. Wong Mui Yun. Kehadiran delegasi disambut langsung oleh Direktur PT RPN, Dr. Iman Yani Harahap, beserta jajaran manajemen.

Dalam sambutannya, PT RPN menyampaikan apresiasi atas kepercayaan IKP-UPM yang menjadikan PT RPN sebagai salah satu tujuan benchmarking. Sebagai lembaga riset yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di bidang perkebunan, PT RPN memandang kerja sama internasional sebagai bagian penting dalam mendorong kemajuan riset yang memberikan nilai tambah bagi industri.

Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama, antara lain penguatan keunggulan riset, manajemen inovasi, strategi komersialisasi hasil penelitian, tata kelola organisasi, kolaborasi dengan industri, pengembangan perkebunan berkelanjutan, hingga program penelitian bersama dan pertukaran akademisi.
Holding Perkebunan Nusantara melalui PT RPN menegaskan bahwa kolaborasi lintas negara merupakan salah satu strategi penting untuk mempercepat pengembangan teknologi dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri perkebunan.

“Kami meyakini bahwa kolaborasi antara institusi riset merupakan fondasi penting dalam menghasilkan inovasi yang adaptif terhadap tantangan sektor perkebunan. Melalui pertukaran pengetahuan, penelitian bersama, dan penguatan jejaring internasional, kami berharap kerja sama ini dapat menghasilkan solusi yang memberikan nilai tambah bagi industri perkebunan di Indonesia, Malaysia, maupun kawasan regional,” ujar Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara.

Direktur Institute of Plantation Studies (IKP), Universiti Putra Malaysia, Prof. Ts. Dr. Siti Khairunniza Bejo, menyampaikan apresiasinya atas sambutan yang diberikan PT RPN.

“Kami sangat senang dapat berada di sini dan mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan PT Riset Perkebunan Nusantara. Kunjungan ini merupakan momentum yang penting untuk menjajaki potensi kolaborasi antara Universiti Putra Malaysia dan PT RPN dalam pengembangan riset serta inovasi di bidang perkebunan. Kami berharap kemitraan ini dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi dan berkontribusi terhadap kemajuan sektor perkebunan di kawasan,” ujar Prof. Ts. Dr. Siti Khairunniza Bejo.

Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi juga mengidentifikasi sejumlah bidang prioritas untuk dikembangkan bersama, antara lain precision agriculture, digitalisasi perkebunan, pemanfaatan sumber daya hayati, manajemen penyakit tanaman, mekanisasi dan otomasi, pengelolaan unsur hara tanah, serta pengembangan produk bernilai tambah berbasis komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, karet, kakao, kopi, teh, tebu, dan komoditas strategis lainnya.

Melalui Benchmarking Visit and Collaboration Discussion ini, Holding Perkebunan Nusantara melalui PT RPN bersama IKP-UPM menegaskan komitmen untuk mengimplementasikan kerja sama yang telah dibangun ke dalam berbagai inisiatif strategis, meliputi penelitian bersama, publikasi ilmiah, pertukaran peneliti dan mahasiswa, serta pengembangan inovasi di bidang perkebunan.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperluas jejaring internasional, mendorong lahirnya teknologi bernilai tambah, serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan daya saing sektor perkebunan dan pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun regional.(*/zainul irwansyah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *