KUBU RAYA – sinarraya.co.id
Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kalimantan Barat menggelar Coffee Morning untuk membahas sejumlah agenda organisasi, salah satunya mematangkan persiapan pelaksanaan Silaturahmi Lintas Tokoh FPK Regional Kalimantan, Jumat (7/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Ketua FPK Kalbar, Burhanudin Ahad, mengatakan Kalimantan Barat dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Silaturahmi Lintas Tokoh FPK Regional Kalimantan yang akan berlangsung pada 15–17 Oktober 2026 di Pontianak.
“Kalbar sebagai tuan rumah tahun 2026 ini berdasarkan keputusan pertemuan pertama di Balikpapan pada tahun 2025 lalu,” ujar Burhanudin.
Menurutnya, salah satu alasan Kalimantan Barat dipercaya menjadi tuan rumah karena daerah ini dinilai berhasil menjaga kerukunan dan keharmonisan antaretnis.
Sebanyak 24 etnis yang hidup berdampingan di Kalbar menjadi contoh nyata pembauran kebangsaan yang terus terjaga.
“Para tokoh FPK se-Kalimantan tertarik melihat langsung kehidupan masyarakat Kalbar yang harmonis. Apalagi mereka mendengar bahwa Kalbar memiliki salah satu kota dengan predikat kota tertoleran di Indonesia, yakni Kota Singkawang. Karena itu mereka ingin datang dan melihat langsung kondisi tersebut,” katanya.
Dalam Coffee Morning tersebut, panitia juga memaparkan berbagai agenda kegiatan selama pelaksanaan silaturahmi akbar tokoh lintas etnis se-Kalimantan.
Kegiatan itu direncanakan dihadiri perwakilan Kementerian Dalam Negeri RI, Wakil Gubernur se-Kalimantan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) se-Kalimantan, Kepala Kesbangpol 14 kabupaten/kota di Kalbar, Ketua FPK tingkat provinsi se-Kalimantan, Ketua FPK dari 59 kabupaten/kota se-Kalimantan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan.
“Diperkirakan total peserta yang hadir mencapai sekitar 350 orang,” ungkapnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti pemaparan dari para Wakil Gubernur se-Kalimantan selaku Dewan Pembina FPK yang dilanjutkan dengan dialog, rapat-rapat komisi, penyusunan pernyataan sikap terhadap isu-isu strategis, serta penyampaian rekomendasi.
Selain itu, FPK se-Kalimantan juga akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama di berbagai bidang, mulai dari sosial budaya, pendidikan, hingga ekonomi dan bisnis.
“MoU ini diharapkan menjadi landasan penguatan sinergi FPK se-Kalimantan dalam berbagai bidang pembangunan masyarakat,” ujar Burhan yang juga menjabat Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalbar.
Rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata di Pontianak, seperti Tugu Khatulistiwa dan wisata susur Sungai Kapuas.
Para peserta juga dijadwalkan mengunjungi Kota Singkawang untuk melihat langsung kehidupan masyarakat yang dikenal toleran sekaligus menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Kota Singkawang. Selain itu, rombongan akan diajak mengunjungi sejumlah objek wisata dan situs bersejarah di kota tersebut.
Burhan berharap pertemuan lintas tokoh etnis ini semakin mempererat silaturahmi dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan, sekaligus menjadi ajang memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, dan pembangunan Kalimantan Barat kepada para peserta dari seluruh wilayah Kalimantan.
“Dengan pertemuan lintas tokoh etnis se-Kalimantan ini diharapkan dapat membangun dan merawat silaturahmi serta persaudaraan di tengah keberagaman. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkenalkan berbagai potensi Kalimantan Barat,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Burhan juga mengungkapkan bahwa FPK Kalbar akan membagikan sebanyak 1.000 bendera Merah Putih dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap bangsa dan negara, sekaligus memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa di tengah tantangan geopolitik dan kondisi ekonomi yang semakin dinamis,” pungkasnya.(*/rls/rob/zir).








