Pontianak, sinarraya.co.id
Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, mendorong masyarakat untuk mengutamakan metode pembayaran non-tunai (cashless) menggunakan QRIS saat berbelanja di lapak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Bazaar Ramadhan Masjid Raya Mujahidin Pontianak selama Ramadhan 1447 Hijriah.
Menurut Rokidi, langkah ini merupakan bagian dari komitmen Bank Kalbar dalam mendukung digitalisasi transaksi keuangan sekaligus mempermudah masyarakat dalam berbelanja.
“Sebanyak 100 lebih pelaku UMKM yang berjualan di Bazaar Ramadhan ini merupakan nasabah Bank Kalbar dan telah memiliki fasilitas QRIS. Kami berharap masyarakat dapat lebih memanfaatkan pembayaran non-tunai karena lebih praktis, aman, dan efisien,” ujarnya baru baru ini.
Dia menjelaskan, penggunaan QRIS tidak hanya memberikan kemudahan bagi pembeli, tetapi juga membantu pelaku UMKM dalam pencatatan transaksi yang lebih tertib dan transparan.
Dengan sistem pembayaran digital, risiko uang palsu maupun kesalahan pengembalian uang juga dapat diminimalisir.
Rokidi menambahkan, momentum Ramadhan menjadi kesempatan yang tepat untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan di Kalimantan Barat.
Melalui penerapan transaksi cashless di pusat-pusat keramaian seperti bazaar, diharapkan masyarakat semakin terbiasa dengan sistem pembayaran digital.
“Digitalisasi ini adalah bagian dari upaya kita bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor UMKM agar semakin berkembang dan naik kelas,” tambahnya.
Bazaar Ramadhan di Masjid Raya Mujahidin Pontianak sendiri menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat selama bulan suci, dengan ratusan pengunjung setiap harinya yang berburu takjil dan aneka kuliner khas Ramadhan.
Dukungan fasilitas QRIS dari Bank Kalbar diharapkan mampu memberikan kenyamanan sekaligus meningkatkan volume transaksi para pelaku UMKM.(*/zainul irwansyah)
