Cegah Karhutla, Polres Kapuas Forkopimda dan Masyarakat Padukan Ikhtiar dan Doa Lewat Sholat Istisqa

Di tengah kondisi cuaca yang semakin kering dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polres Kapuas bersama pemerintah daerah, Forkopimda, personel kepolisian, serta masyarakat Kabupaten Kapuas menggelar Salat Istisqa dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan.

Kegiatan berlangsung khidmat pada Minggu (30/8/2026) mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai, bertempat di Bukit Ngalangkang, Kabupaten Kapuas. Salat Istisqa tersebut dihadiri Bupati Kapuas, Kapolres Kapuas, jajaran Forkopimda, para pejabat utama Polres Kapuas, para Kapolsek jajaran, personel dan ASN Polres Kapuas, serta masyarakat Kabupaten Kapuas.

Sejak pagi, suasana kebersamaan begitu terasa. Masyarakat dan jajaran kepolisian berkumpul di satu tempat, menyatukan hati dan doa untuk memohon pertolongan serta keberkahan dari Allah SWT agar hujan segera turun dan kondisi lingkungan kembali aman dari ancaman Karhutla.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan panitia dan tausyiah singkat. Selanjutnya, seluruh peserta melaksanakan Salat Istisqa dengan penuh kekhusyukan, kemudian dilanjutkan khutbah Istisqa dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari, S.H., S.I.K., M.H., CPHR., CBA. menyampaikan bahwa Salat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar bersama dalam menghadapi kondisi kemarau dan potensi Karhutla.

“Kita tidak hanya berikhtiar melalui langkah-langkah pencegahan di lapangan, tetapi juga mengetuk pintu langit melalui doa dan Salat Istisqa. Semoga Allah SWT memberikan hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Kapuas,” ujar Kapolres.

Kapolres menambahkan, pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat keamanan, tetapi membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.

“Mari kita jaga lingkungan bersama. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, jangan membuang puntung rokok sembarangan, dan segera laporkan apabila melihat adanya titik api. Dengan kepedulian bersama, kita bisa mencegah Karhutla dan menjaga Kapuas tetap aman, sehat, dan nyaman,” tegasnya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, masyarakat, dunia usaha, serta seluruh elemen lainnya menjadi kunci dalam menghadapi ancaman Karhutla, khususnya di tengah kondisi cuaca yang kering.

Kegiatan Salat Istisqa dan doa bersama tersebut kemudian ditutup dengan doa memohon turunnya hujan. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga alam bukan hanya tentang tindakan saat terjadi bencana, tetapi juga tentang kepedulian dan tanggung jawab bersama sebelum bencana terjadi.

Dengan doa yang dipanjatkan dan ikhtiar yang terus dilakukan, Polres Kapuas mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga bumi, mencegah Karhutla, dan merawat lingkungan demi keselamatan serta masa depan Kabupaten Kapuas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *