Kuala Kurun – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gunung Mas bersama pemerintah kecamatan, TNI-Polri, BPBD, perusahaan perkebunan, serta tokoh masyarakat memperkuat koordinasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Manuhing. Rapat yang dipimpin Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong tersebut digelar di Kantor Kecamatan Manuhing, Jalan Negara, Kelurahan Tumbang Talaken.
Pertemuan pada hari Jumat (28/8/2026) dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan dihadiri Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., Ketua FKGMS Mimie Mariatie, Kepala BPBD Kabupaten Gunung Mas Karya, S.T., Dandim 1018/Gunung Mas yang diwakili Danramil Manuhing Lettu Suwarno, Camat Manuhing Bambang Harimulyanto, S.Sos., serta Kapolsek Manuhing IPTU Teguh Triyono, S.H., M.M.
Turut hadir para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Manuhing, perwakilan perusahaan perkebunan swasta bidang perkebunan (PBS), yakni PT ALS, PT KHS, PT MSAL, PT TPA-FNA, PT PMM, dan PT BMB. Selain itu, turut hadir tokoh adat Drs. Muses Dinan, M.Pd., dan tokoh agama Kristen Pdt. Veronika, S.Th.
Kepala BPBD Kabupaten Gunung Mas menyampaikan bahwa Kabupaten Gunung Mas ditetapkan dalam status Siaga 2 Karhutla sejak 1 Agustus hingga 31 Oktober 2026. Dalam periode tersebut, penanganan Karhutla telah dilakukan bersama TNI, Polri, Damkar, BPBD, dan instansi terkait pada 44 titik dengan luas sekitar 88,26 hektare.
Dalam rapat, BPBD juga mengajak seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, tidak melakukan pembakaran lahan, dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Penanggulangan Karhutla ditekankan sebagai tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.
Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi mengatakan keterbatasan jumlah personel di tingkat polsek membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan yang berada di wilayah kecamatan.
“Personel kami di Polsek memang terbatas, sehingga penanganan Karhutla membutuhkan dukungan bersama. Kami berharap perusahaan, pemerintah kecamatan, masyarakat, dan seluruh unsur dapat saling membantu untuk mencegah agar kebakaran tidak meluas,” ujar AKBP Arum Sari Puspita Dewi saat dikonfirmasi PS Kasihumas Ipda Abner, S.Sos., Sabtu (29/8/2026) pagi.
Kapolres juga menyampaikan perlunya menentukan lokasi pembangunan sumur bor di Kecamatan Manuhing sebagai bagian dari rencana dukungan sarana pencegahan Karhutla. Menurutnya, Gunung Mas memperoleh 15 titik sumur bor berdasarkan instruksi yang disampaikan melalui Kapolda Kalimantan Tengah, sehingga lokasi pembangunan perlu ditentukan sesuai kebutuhan wilayah.
Selain sarana pencegahan, Kapolres mengajak masyarakat segera menyampaikan informasi kepada kepolisian terdekat apabila menemukan kebakaran hutan atau lahan. Respons masyarakat melalui pelaporan awal dinilai penting agar informasi mengenai titik api dapat segera diteruskan kepada petugas untuk ditindaklanjuti.
Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong dalam rapat tersebut menekankan agenda pencegahan Karhutla dan upaya mewujudkan Kabupaten Gunung Mas yang sehat. Ia mengingatkan kewaspadaan terhadap kejadian Karhutla pada jam-jam rawan serta pentingnya mencegah pembakaran lahan secara sengaja.
Dukungan dari pihak swasta juga ditunjukkan melalui penyerahan bantuan peralatan pemadam Karhutla dari PT ALS kepada Kecamatan Manuhing, Koramil Manuhing, dan Polsek Manuhing. Bantuan tersebut terdiri dari tiga unit mesin pompa air, sembilan set selang air, dan satu dus masker.
Selain pembahasan Karhutla, dalam kegiatan tersebut Ketua FKGMS menyampaikan agenda persiapan menuju fokus sembilan tatanan sehat. Sementara itu, Danramil Manuhing yang mewakili Dandim menyampaikan informasi terkait program Komcad serta mengajak seluruh pihak untuk saling mengingatkan dan menjaga lingkungan dari kebakaran lahan.
Rapat tersebut memperlihatkan keterlibatan berbagai pihak dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di Kecamatan Manuhing. Pemerintah daerah, Polri, TNI, BPBD, perusahaan, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat dan agama membahas langkah yang dapat dilakukan sesuai peran masing-masing.
Kapolres Gunung Mas kembali menegaskan pentingnya kerja bersama dalam menghadapi Karhutla. “Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan menunggu api membesar, tetapi lakukan pencegahan sejak awal dan segera laporkan apabila ada titik kebakaran,” katanya.
Kegiatan koordinasi dan pembahasan penanggulangan Karhutla berakhir sekitar pukul 14.00 WIB. Melalui penguatan koordinasi, dukungan sarana pemadaman, kesiapsiagaan personel, serta keterlibatan masyarakat dan perusahaan, diharapkan sinergi dalam mencegah dan menangani Karhutla di Kecamatan Manuhing semakin baik sehingga pelayanan kepada masyarakat terus meningkat. (sp)












