*Mabes TNI AD Perkuat Penanganan Karhutla di Ampah, Sinergi TNI-Polri dan Pemerintah Dipertajam*

Tim Mabes TNI Angkatan Darat melaksanakan sosialisasi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Gedung Batara Linggar Ampah, Jalan Raden Sosilo, Simpang Tiga Bundaran Ampah, Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut dihadiri Tim Mabes TNI AD yang terdiri dari Brigjen TNI Zulkifli, S.I.P., M.A.P., Brigjen TNI Kris Doni Indrianto, S.I.P., Brigjen TNI Agustinus Dedy Prasetyo, S.I., serta Kolonel Infanteri Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr.(Han). Turut hadir Danyonif TP 924/Uria Mapas Tamiang Layang, Kapolsek Dusun Tengah, unsur kecamatan, puskesmas, UPT, pemerintah desa/kelurahan, serta undangan lainnya.

Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan dan sinergitas seluruh unsur dalam menghadapi ancaman Karhutla. Materi yang disampaikan mencakup pencegahan, deteksi dini titik api, kesiapan personel dan sarana prasarana, hingga pentingnya koordinasi cepat apabila terjadi kebakaran.

Dalam kesempatan tersebut, Tim Mabes TNI AD juga menekankan pentingnya peran bersama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya Karhutla.

Kapolsek Dusun Tengah IPTU Stefanus Rantealo, S.H., M.M. menegaskan bahwa pencegahan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur hingga tingkat desa dan masyarakat.

«“Karhutla harus dicegah sejak dini. Setiap unsur memiliki peran untuk melakukan deteksi, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta bergerak cepat apabila ditemukan titik api. Jangan menunggu api membesar baru bertindak,” tegas IPTU Stefanus Rantealo.»

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat harus memahami bahwa pembakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan dampak luas terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar.

«“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila melihat adanya titik api, segera laporkan agar dapat ditangani bersama sebelum meluas,” lanjutnya.»

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat sebelum ditutup pada pukul 15.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib dan kondusif.(Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *