Tim Kapuspen Mabes TNI Bersama Polsek Pandih Batu Sosialisasikan Penanganan Karhutla di Desa Belanti Siam

Pulang Pisau – Tim Kapuspen Mabes TNI menggelar kegiatan sosialisasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang ditujukan bagi warga serta aparatur di Balai Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Senin (14/09/2026) Pagi.

Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Kapuspen Mabes TNI, Kolonel Yudi W., bersama rombongan. Acara tersebut dihadiri sekitar 30 peserta yang terdiri dari jajaran aparat pemerintah desa, anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) dari Desa Belanti Siam, Gadabung, Pantik, dan Sanggang, serta perwakilan Polsek Pandih Batu yang diwakili Bhabinkamtibmas Desa Belanti Siam, Aipda Vivri Wijaya.

Kapolres Pulang Pisau AKBP Muhammad Aminuddin, S.I.K. M.H. melalui Bhabinkamtibmas Desa Belanti Siam Aipda Vivri Wijaya menyampaikan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengantisipasi ancaman kebakaran lahan. “Penanganan ancaman karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial. Seluruh elemen masyarakat, perangkat desa, MPA, hingga unsur TNI-Polri harus bahu-membahu mengawasi dan menjaga lingkungan agar wilayah kita tetap aman dari ancaman kebakaran,” ujar Aipda Vivri di sela-sela kegiatan sosialisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Tim Kapuspen Mabes TNI memberikan pembekalan materi mengenai pencegahan tindak pidana kebakaran hutan dan lahan serta edukasi teknik pencegahan karhutla. Meski potensi potensi karhutla di Desa Belanti Siam terbilang minim karena mayoritas lahan telah beralih fungsi menjadi area pertanian padi produktif, edukasi berkelanjutan tetap dinilai krusial. Petugas mengimbau para penggarap lahan pascapanen agar tidak mengolah lahan pertanian dengan cara membakar jerami padi.

Selain edukasi lapangan, sosialisasi ini juga menyoroti pemanfaatan anggaran tanggap bencana dari dana desa setiap tahunnya. Alokasi dana tersebut direkomendasikan untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) dan pemenuhan sarana prasarana penunjang bagi personel MPA setempat, sehingga kesiapsiagaan sarana pencegahan karhutla di tingkat desa senantiasa optimal. (Humasrespulpis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *