**Waspadai Musim Kemarau, Polsek Patangkep Tutui Edukasi Warga Agar Tidak Membakar Hutan dan Lahan**

*Barito Timur** – Memasuki musim kemarau yang rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), personel Polsek Patangkep Tutui Polres Barito Timur terus mengintensifkan upaya pencegahan melalui sosialisasi dan imbauan secara humanis kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di **Desa Ramania**, Jumat (17/7/2026).

Dalam kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.35 WIB tersebut, personel Polsek Patangkep Tutui memberikan edukasi kepada warga mengenai larangan membuka lahan dengan cara dibakar serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Selain menyampaikan imbauan secara langsung, personel juga membentangkan spanduk bertuliskan larangan membakar hutan dan lahan sebagai media edukasi sekaligus pengingat bagi masyarakat agar selalu mematuhi ketentuan yang berlaku. Kegiatan dilanjutkan dengan dokumentasi bersama warga sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pencegahan karhutla.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan oleh **Aipda Tamrin, Aipda Marko Sutrisno, Briptu Ahmad Sholeh, Bripda Gemilang Daya Anugrah,** dan **Bripda Dede Randi** dengan menggunakan sarana kendaraan dinas roda dua untuk menjangkau lokasi kegiatan.

Kapolsek Patangkep Tutui **IPDA Bambang Wahyudi, S.H.** menyampaikan bahwa pendekatan humanis terus dikedepankan agar masyarakat semakin memahami dampak buruk yang ditimbulkan akibat pembakaran hutan dan lahan, baik terhadap lingkungan, kesehatan, maupun aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat Desa Ramania menunjukkan respons positif dan memahami pentingnya mencegah pembakaran hutan dan lahan, khususnya pada musim kemarau yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap munculnya titik api.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Polsek Patangkep Tutui berharap sinergi antara kepolisian dan masyarakat dapat terus terjalin sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Barito Timur dapat dicegah secara optimal.(Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *