**
Ampah – Piket Polsek Dusun Tengah Polres Barito Timur melaksanakan sosialisasi kamtibmas kepada pedagang kaki lima pada Kamis (7/5/2026) malam. Kegiatan ini bagian dari Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) untuk menciptakan situasi aman di wilayah Dusun Tengah.
KRYD dimulai sekitar pukul 20.00 Wib dengan melibatkan empat personel yakni AIPTU Masrhani, AIPDA M. Nisfi, BRIGPOL Nyoman S, dan BRIPDA I Wayan Janardana. Tim menggunakan Mobil Patroli Polsek Dusun Tengah menyisir mesjid, tempat nongkrong, tempat hiburan, dan pemukiman.
Kapolsek Dusun Tengah IPTU SUPRAYITNO, S.H., M.M. mengatakan pedagang kaki lima menjadi salah satu sasaran KRYD karena berjualan hingga malam hari. “Mereka rawan jadi korban copet, uang palsu, dan pemalakan. Kami hadir untuk beri rasa aman,” ujarnya.
Personel mendatangi langsung pedagang kaki lima yang mangkal di sekitar pasar dan jalan protokol Kecamatan Dusun Tengah. Dengan pendekatan humanis, petugas menyapa pedagang gorengan, bakso, jagung bakar, dan minuman yang masih beraktivitas malam itu.
Dalam sosialisasi, AIPTU Masrhani mengimbau pedagang agar waspada terhadap pembeli yang mencurigakan. Pedagang diminta teliti saat menerima uang untuk menghindari peredaran uang palsu. Dompet dan HP jangan diletakkan sembarangan di gerobak saat melayani pembeli.
BRIGPOL Nyoman S mengingatkan bahaya aksi jambret dan copet di lokasi ramai. Pedagang diimbau tidak menyimpan uang hasil jualan terlalu banyak di lapak. Segera amankan ke tempat yang lebih aman atau setorkan agar tidak jadi incaran pelaku kejahatan malam hari.
Petugas juga menyampaikan agar pedagang tidak takut melapor bila ada pungutan liar atau aksi premanisme. AIPDA M. Nisfi menegaskan Polsek Dusun Tengah tidak memberi ruang bagi oknum yang meresahkan. Keamanan pedagang adalah prioritas patroli KRYD.
Selain kejahatan, personel mengedukasi pedagang untuk ikut menjaga ketertiban. Tidak menggunakan badan jalan untuk lapak, tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak menyetel musik terlalu keras yang dapat mengganggu warga sekitar pemukiman.
Dalam kesempatan itu, BRIPDA I Wayan Janardana mensosialisasikan Call Center Layanan Darurat Kepolisian 110. Pedagang diminta menyimpan nomor tersebut dan segera hubungi polisi bila melihat perkelahian, orang mabuk, atau tindak kriminal lain di sekitar lapak.
Dari hasil sosialisasi kamtibmas kepada pedagang kaki lima, respon pedagang sangat positif. Mereka merasa diperhatikan dan berkomitmen ikut menjaga keamanan lingkungan. Situasi wilayah Dusun Tengah terpantau aman, kondusif, dan terkendali selama KRYD berlangsung.
