Pontianak – sinarraya.co.id Dalam beberapa hari terakhir, aksi demonstrasi mahasiswa berlangsung di Kota Pontianak.
Namun sangat disayangkan, sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan akibat tindakan massa. Bahkan, pos polisi di kawasan Mega Mall Pontianak juga dilaporkan dirusak oleh pendemo.
Menanggapi hal tersebut, Ketua LSM Mempawah Berani, Maman Suratman, mengingatkan agar mahasiswa maupun pihak lain yang menyampaikan aspirasi tetap menjaga ketertiban dan tidak bertindak anarkis.
“Demo itu boleh, bahkan dijamin oleh undang-undang. Tetapi jangan sampai aksi tersebut berubah menjadi anarkis. Merusak fasilitas umum, apalagi membakar pos polisi, jelas bukan solusi dan justru merugikan masyarakat luas,” tegas Maman Suratman.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan semestinya menunjukkan sikap intelektual dan memberi teladan dalam menyampaikan kritik. Tindakan anarkis, menurutnya, hanya akan mencederai perjuangan dan mengurangi makna dari aspirasi yang diperjuangkan “Kami menghargai semangat mahasiswa, namun hendaknya aspirasi disampaikan dengan damai, tertib, dan bermartabat. Jangan sampai niat baik justru berubah menjadi kerugian bersama,” tambahnya.
Selain itu, Maman Suratman juga meminta aparat keamanan untuk tetap mengedepankan pendekatan persuasif dalam mengawal jalannya aksi. Menurutnya, menjaga kondusifitas di Pontianak menjadi hal penting agar masyarakat tidak merasa resah dengan adanya demonstrasi.
LSM Mempawah Berani berharap agar seluruh pihak dapat menahan diri, menjaga ketertiban, dan menjadikan Pontianak sebagai ruang demokrasi yang sehat tanpa anarkisme.(zainul irwansyah)