Jelang Akhir Pekan, Polsek Gunung Purei Ingatkan Jemaah Waspadai Hoaks Bernuansa SARA

Tribratanews.kalteng.polri.go.id – Polres Barito Utara – Memanfaatkan momentum silaturahmi usai ibadah, Polsek Gunung Purei menggelar edukasi bahaya hoaks yang bernuansa Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) pada Jumat (13/03/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan situasi di tengah masyarakat tetap sejuk dan tidak terprovokasi oleh konten-konten radikal atau adu domba yang seringkali disebarkan oleh pihak-pihak tertentu guna mengganggu toleransi beragama di wilayah tersebut.

Kapolres Barito Utara melalui Kapolsek Gunung Purei, Ipda Hermendi, S.I.P., menekankan bahwa hoaks bertema SARA adalah jenis informasi yang paling berbahaya karena dapat memicu konflik sosial dalam waktu singkat. Beliau menghimbau jemaah agar selalu mengedepankan akal sehat dan nilai-nilai keagamaan yang damai saat menerima pesan berantai yang menyudutkan kelompok tertentu, demi menjaga kerukunan hidup bertetangga yang menjadi ciri khas masyarakat Barito Utara.

Ipda Hermendi, S.I.P. juga memberikan tips kepada warga mengenai cara mengenali ciri-ciri video atau foto hasil manipulasi yang sering digunakan sebagai alat penyebar hoaks. Warga diminta untuk jeli melihat detail konten dan tidak langsung percaya pada narasi yang menyertai unggahan tersebut, terutama jika informasi tersebut mengandung unsur kebencian atau ajakan untuk melakukan tindakan kekerasan yang melanggar hukum negara maupun norma agama.

Selain edukasi lisan, petugas juga membagikan brosur panduan literasi digital yang berisi cara melaporkan konten hoaks kepada Kementerian Kominfo atau portal resmi Polri. Masyarakat didorong untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan cara berani menegur anggota keluarga yang kedapatan menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya, sehingga budaya verifikasi informasi menjadi kebiasaan baru yang positif di setiap rumah tangga petani dan pekerja desa.

Ia menambahkan bahwa optimalisasi peran tokoh agama sangat diperlukan untuk membantu kepolisian dalam memberikan pemahaman mengenai etika berkomunikasi yang baik di dunia maya. Dengan sinergi antara ulama dan Polri, diharapkan masyarakat memiliki ketahanan mental yang kuat sehingga tidak mudah terombang-ambing oleh isu-isu liar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, terutama yang muncul melalui aplikasi WhatsApp atau Facebook yang sangat populer di kalangan warga pedesaan.

Polsek Gunung Purei berkomitmen untuk terus menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif melalui penguatan literasi digital di seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Kapolsek menutup kegiatan dengan menegaskan bahwa kedamaian adalah tanggung jawab bersama, dan memerangi hoaks adalah salah satu bentuk ibadah dalam menjaga keselamatan umat serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah hukum Kalimantan Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *