Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi

Bandung — sinarraya.co.id

Dalam rangka penyelarasan strategi, inisiatif, dan program kerja Teknologi Informasi (TI) Tahun 2026 secara terintegrasi antara Holding, Sub Holding, dan Anak Perusahaan, entitas Holding Perkebunan Nusantara, PTPN III (Persero), menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Teknologi Informasi yang diikuti oleh berbagai unit usaha, termasuk PT Industri Karet Nusantara (IKN).

Kegiatan FGD TI tersebut dilaksanakan pada Senin–Jumat, 2–6 Februari 2026 dan Senin–Rabu, 9–11 Februari 2026 di Auditorium Kantor Regional 2 PTPN I serta Bosscha Space PTPN I.

FGD Teknologi Informasi ini dihadiri oleh BOD-1 (Kepala Divisi) Bidang TI Holding dan Sub Holding, BOD-2 (Kepala Sub Divisi) Bidang TI Holding dan Sub Holding, BOD-3 (Asisten) Bidang TI Holding dan Sub Holding, SEVP yang membawahi Teknologi Informasi Anak Perusahaan Non PTPN, BOD-2 (Kepala Sub Divisi) Bidang TI Anak Perusahaan Non PTPN, serta BOD-3 (Asisten) atau Staf Bidang TI.

Dalam forum tersebut, PTPN menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan sistem digital yang terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan guna mendukung operasional perusahaan yang lebih efektif dan efisien.

Diskusi berlangsung interaktif melalui pertukaran gagasan dan pengalaman antar peserta terkait implementasi sistem informasi, tata kelola TI, serta penguatan manajemen risiko digital.

Melalui kegiatan ini, PT Industri Karet Nusantara yang diwakili oleh SEVP Operation PT Industri Karet Nusantara, Ibu Amalia Nasution, menyatakan komitmennya untuk mengoptimalkan peran teknologi informasi sebagai enabler utama dalam meningkatkan daya saing perusahaan serta mendukung pencapaian target kinerja yang berkelanjutan.

FGD TI ini menjadi bagian dari langkah strategis Holding Perkebunan Nusantara dalam memperkuat transformasi digital secara terintegrasi di seluruh entitas usaha, sekaligus memastikan keselarasan arah kebijakan teknologi informasi dalam mendukung tata kelola perusahaan yang modern dan berdaya saing global.(*/zainul irwansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *