Susuri Bantaran Sungai, Sat Polairud Polres Sukamara Ingatkan Warga Pesisir Bahaya Karhutla

SUKAMARA – Upaya mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tidak hanya dilakukan di wilayah daratan, tetapi juga menyentuh kawasan perairan. Jajaran Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Sukamara melaksanakan patroli dialogis guna menyosialisasikan pencegahan karhutla kepada masyarakat yang bermukim di pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) Jelai, Sabtu (7/11/2026).

 

Dengan menggunakan perahu patroli, petugas menyusuri aliran sungai dan merapat ke sejumlah titik pemukiman bantaran. Anggota kepolisian kemudian menemui para warga, nelayan, dan pekerja perahu yang sedang beraktivitas di sekitar dermaga tradisional untuk mengajak mereka berdiskusi seputar keamanan lingkungan pesisir.

 

Kapolres Sukamara AKBP Fajar Virgantara Sjarifuddin, S.I.K., melalui Kasat Polairud AKP Muhammad Sakir, S.Sos., menjelaskan bahwa warga pinggiran sungai memiliki peran yang tak kalah penting dalam menjaga kelestarian alam. Kondisi angin di area perairan yang cukup kencang bisa membuat api kecil di tepi sungai merambat dengan sangat cepat.

 

Dalam obrolan santai di atas titian kayu dermaga, polisi memberikan imbauan tegas agar masyarakat tidak membersihkan lahan di tepian sungai dengan cara membakar semak belukar. Warga diedukasi bahwa abu sisa pembakaran yang terbang atau jatuh ke sungai juga dapat mencemari kualitas air yang selama ini mereka gunakan.

 

Lebih lanjut, petugas juga mengingatkan warga yang sedang memancing atau bersantai di pinggir sungai agar tidak sembarangan membuang puntung rokok yang masih menyala ke arah rumput kering. Masyarakat diminta untuk lebih mawas diri dan langsung memadamkan api jika melihat ada yang membakar sampah tanpa pengawasan.

 

Pelaksanaan patroli dialogis di pinggiran DAS Jelai ini berlangsung dengan lancar dan kondusif. Pendekatan yang merakyat membuat masyarakat nelayan dengan mudah menyerap pesan kepolisian. Sat Polairud Polres Sukamara akan terus membunyikan pesan antikarhutla ini di sepanjang jalur pelayaran. (HMS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *