*RAZIA OPERASI SARANG NARKOBA DI JAWETEN, SATRESNARKOBA POLRES BARTIM TES URINE 10 SOPIR ANGKUTAN BATU BARA*

*TAMIANG LAYANG** – Polres Barito Timur (Bartim), Polda Kalimantan Tengah, melalui Satuan Reserse Narkoba melaksanakan kegiatan razia dan pemeriksaan urine terhadap sopir angkutan batu bara dalam rangka Operasi Sarang Narkoba. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (4/11/2026), pukul 15.00 WIB hingga 16.15 WIB, di depan Posko KBDN Desa Jaweten, Jalan Hauling Road Eks Pertamina, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri menindaklanjuti instruksi Presiden RI kepada Kapolri, yakni “Pulihkan Pengguna, Berantas Mata Rantai Bandar Narkoba”, sekaligus menjalankan program Kapolri Polisi Bersama Masyarakat di Bidang Narkoba.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan tujuh personel Satresnarkoba Polres Bartim, satu personel Sabhara, dan tiga personel Satlantas. Petugas melakukan pemeriksaan urine terhadap 10 orang sopir angkutan batu bara yang melintas di depan Posko KBDN.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sembilan orang dinyatakan negatif narkoba, sementara satu orang berinisial AS dinyatakan positif mengandung methamphetamine. Terhadap yang bersangkutan, Polres Bartim merencanakan koordinasi dengan IPWL RSUD Tamiang Layang untuk pelaksanaan asesmen medis sebagai tindak lanjut menuju rehabilitasi medis.

Kasatresnarkoba Polres Bartim, **IPTU Ismail Lubis, S.H.**, menjelaskan bahwa razia dan pemeriksaan urine tersebut merupakan langkah pencegahan sekaligus penindakan untuk menekan penyalahgunaan narkoba, khususnya di lingkungan aktivitas angkutan batu bara.

Ia menegaskan, kegiatan pemeriksaan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan pola dan metode yang berbeda. Upaya tersebut diarahkan untuk membantu pemulihan pengguna narkoba sekaligus memutus mata rantai peredaran gelap narkotika.

Melalui kegiatan ini, Polres Bartim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Partisipasi masyarakat serta kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian penting dalam menciptakan wilayah yang aman dan terbebas dari bahaya narkotika.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 16.15 WIB. Selama pelaksanaan, situasi berlangsung aman, lancar, dan kondusif.(Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *